Amerika Perkuat Angkatan Laut untuk Hadapi China

Kapal Perang Amerika Serikat. [Foto: AFP]

WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper, telah mengumumkan rencana ambisius untuk memperkuat Angkatan Laut dengan berbagai kapal, kapal selam, dan pesawat tak berawak. Upaya ini sebagai langkah untuk menghadapi tantangan maritim yang berkembang dari China.

Bos Pentagon mengatakan tinjauan menyeluruh atas kekuatan angkatan laut AS itu dijuluki “Future Forward”. Program ini telah meletakkan rencana yang akan mengubah permain dengan memperluas armada laut AS dari 293 kapal menjadi lebih dari 355 kapal.

Esper mengatakan, agar mencapai tujuan 355 kapal berarti Angkatan Laut harus mengambil persentase yang lebih besar dari anggaran Pentagon. Namun, AS juga harus mengerahkan lebih banyak sumber daya untuk memperluas dan memodernisasi galangan kapal dan kondisi yang menjadi keuntungan China.

Rencana tersebut akan membutuhkan penambahan puluhan miliar dolar ke anggaran Angkatan Laut AS antara sekarang dan 2045. Program ini bertujuan untuk mempertahankan keunggulan dari pasukan angkatan laut China yang dipandang sebagai ancaman utama bagi AS.

"Armada masa depan akan lebih seimbang dalam kemampuannya memberikan efek mematikan dari udara, dari laut, dan dari bawah laut," kata Esper dalam pidatonya di Rand Corporation di Kalifornia, Rabu (16/9).

Penguatan ini ini akan menambah kapal permukaan lebih banyak dan lebih kecil. Akan ada penambahan lebih banyak kapal selam, kapal permukaan dan bawah permukaan yang secara opsional berawak, tak berawak dan otonom. Kemudian berbagai pesawat tak berawak berbasis kapal induk.

"Upaya ini adalah langkah selanjutnya dalam mewujudkan armada masa depan kita, di mana sistem tak berawak melakukan berbagai fungsi perang, mulai dari menembakkan tembakan mematikan dan meletakkan ranjau, hingga melakukan pasokan ulang atau mengawasi musuh," kata Esper.

Rencana terbaru ini akan membuat armada kapal lebih mampu bertahan dari konflik intensitas tinggi, untuk memproyeksikan kekuatan dan kehadiran AS, dan untuk memberikan serangan presisi pada jarak yang sangat jauh. Esper mencontohkan program fregat berpeluru kendali baru yang memprpoduksi kapal dengan peningkatan mematikan serta kemampuan bertahan, kemampuan dan kapasitas untuk melakukan peperangan yang didistribusikan.

Esper menegaskan kembali bahwa China adalah ancaman keamanan utama dan bahwa kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah prioritas bagi militer AS.

"Kawasan ini tidak hanya penting karena merupakan pusat perdagangan dan perdagangan global, tetapi juga merupakan episentrum persaingan kekuatan besar dengan Cina," ujarnya.

Sebuah laporan Pentagon tentang Tentara Pembebasan Rakyat yang dirilis awal bulan ini mengatakan, Beijing memiliki armada angkatan laut terbesar di dunia dengan 350 kapal dan kapal selam. Namun, Esper menekankan, Angkatan Laut Cina tertinggal dalam hal kekuatan dan kapabilitas.

"Bahkan jika kami berhenti membuat kapal baru, RRC (Republik Rakyat Cina) membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai kemampuan kami di laut lepas," ujar Esper.

Komentar

Loading...