Arab Saudi Buka Kembali Kegiatan Ibadah Umrah Mulai 4 Oktober 2020

Umat Muslim mengitari Kabah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. [Foto: AFP/SAUDI MINISTRY OF MEDIA]

Arab Saudi menyatakan akan membuka kegiatan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020 mendatang. Rencana yang dilakukan di tengah penyebaran virus corona yang belum usai tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Arab, Selasa (22/9/2020).

Pembukaan dilakukan setelah kegiatan ibadah tersebut ditangguhkan pada Maret lalu karena pandemi virus corona.

Pembukaan tersebut rencananya dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, kegiatan ibadah akan dibuka untuk 6.000 jamaah.

"6.000 warga dan penduduk di kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah per hari mulai 4 Oktober," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Pers Saudi, seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/9).

Sementara itu, untuk pengunjung dari luar kerajaan rencananya diizinkan mulai 1 November, ketika kapasitas umrah ditingkatkan menjadi 20 ribu jamaah per hari.

Kementerian menyatakan keputusan untuk melanjutkan umrah dilakukan sebagai tanggapan atas aspirasi umat Islam di dalam dan luar negeri.

Umrah, yang mengacu pada ziarah Islam ke Mekah sebenarnya dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Kegiatan ibadah itu menarik jutaan Muslim dari seluruh dunia setiap tahun untuk datang ke Arab.

Namun, Arab Saudi menangguhkan umrah pada Maret dan mengurangi haji tahunan. Kebijakan itu ditempuh demi menghentikan penyebarluasan virus corona di kota paling suci bagi umat Islam tersebut.

Maklum, kegiatan ibadah umrah biasanya melibatkan jumlah orang dan kerumunan orang besar. Kerumunan tersebut berpotensi menimbulkan desakan sehingga membuat mereka rentan terhadap penularan.

Ibadah Umrah Dipulihkan Arab Saudi Dalam Tiga Tahap

Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa penangguhan ibadah Umrah akan dilonggarkan secara bertahap. Sejauh ini, Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi telah menetapkan bahwa pelonggaran akan dilakukan dalam tiga tahap. Walau begitu, tahapan itu bisa berubah atau dimodifikasi seiring dengan kajian yang berjalan dan situasi pandemi virus Corona.

"Walau kesehatan maysrakat tetap menjadi prioritas utama Kerajaan Arab Saudi, kami sedang mempelajari pemulihan tiga tahap," ujar Menteri Haji dan Umrah Mohammad Saleh Benten, dikutip dari Arab News, Selasa (22/9/2020).

Untuk fase pertama, warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana akan diizinkan untuk menunaikan ibadah Umrah. Namun, layanan Umrah akan beroperasi dengan kapasitas 40 persen dari kapasitas normal.

Kapasitas itu akan dinaikkan menjadi 75 persen pada fase kedua dan menjadi 100 persen pada fase ketiga . Lebih lanjut, pada fase ketiga, peziarah dari luar Kerajaan akan diizinkan untuk datang kembali.

"Selama tiga tahap, tindakan pencegahan kesehatan yang ketat akan diberlakukan," ujar Benten.

Benten melanjutkan bahwa Kerajaan Arab Saudi juga ingin memberdayakan perusahaan umrah dan organisasi terkait. Tujuannya, agar dapat memberi layanan berkualitas tinggi. Aplikasi I’tamama, di mana berfungsi untuk mempermudah jamaah dalam memesan perjalanan ibadah Umrah maupun Haji, akan menjadi salah satu kuncinya.

Ia pun mendorong Perusahaan Umrah untuk terus melakukan studi guna mengidentifikasi kebutuhan jamaah. Hal itu termasuk untuk mereka yang datang melalui negara transit. Dengan begitu, kualitas pelayanan bisa terus ditingkatkan.

Sebagai catatan, warga dari 80 negara sekarang dapat mengunjungi Kerajaan Arab Saudi untuk Umrah tanpa memerlukan visa, dan jumlahnya akan meningkat. Arab Saudi berjanji akan terus memperbaiki sistem dan pelayanan untuk jemaah yang datang ke tanah suci.

"Sebanyak 30 perusahaan lokal dan internasional akan memberikan layanan kepada para jamaah melalui platform elektronik yang bisa membantu tindak lanjut atas setiap pemesanan," ujar Benten yang mengklaim perusahaan Umrah sudah melayani lebih dari 16 juta Jamaah dari seluruh dunia. []

Komentar

Loading...