China Akui Ada Tentaranya yang Terbunuh Pasukan India

Ilustrasi tentara China dan India. [Foto: Istimewa]

BEIJING - Laporan Global Times mengonfirmasi, terdapat setidaknya satu tentara China yang meninggal dunia dalam bentrokan dengan pasukan India tiga bulan lalu di perbatasan kedua negara. Laporan ini menjadi kali pertama China mengakui adanya korban dalam insiden tersebut.

Perkelahian sengit di Lembah Galwan pada 15 Juni adalah bentrokan terburuk antara Cina dan India dalam beberapa dekade. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 20 tentara India, sedangkan China saati menyatakan tidak ada korban jiwa dari pihaknya ketika itu.

Tapi, pemimpin redaksi tabloid pendukung pemerintahan China Global Times, Hu Xijin, menulis klarifikasi tentang laporan korban dari peristiwa itu. "Beberapa tentara kita bertempur sampai nafas terakhir ... mari kita berikan penghormatan kepada jiwa," ujarnya melalui situs Weibo pada Kamis (17/9/2020).

Surat kabar yang diterbitkan oleh corong Partai Komunis People’s Daily juga memuat laporan tentang kematian tentara Cina dengan mengutip pernyataan Hu. Meski laporan itu telah muncul, Hu tidak mengatakan berapa banyak tentara China yang tewas.

"Korban tewas di China jauh lebih kecil daripada di India ... tapi tentu saja, bahkan hanya satu yang meninggal adalah kerugian besar," kata Hu.

Dikutip dari South China Morning Post, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Cina sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa ada korban di pihak Cina. Hanya saja, kementerian-kementerian tersebut menolak untuk membocorkan jumlah korban meninggal dunia.

Hu mengatakan, Tentara Pembebasan Rakyat telah menderita kerusakan dan kerugian di awal bentrokan karena kalah jumlah dalam serangan mendadak. Namun, dia mengklaim bahwa tidak ada satu pun tentara China yang tertangkap. Justru, ketika bala bantuan tiba, mereka melawan dan menangkap pasukan India.

Sementara itu India mengonfirmasi 20 tentaranya terbunuh saat bentrokan pecah di Ladakh pada Juni. India menyebut kerugian lebih besar juga ada di pihak China. []

Komentar

Loading...