Putin Sebut Hampir Lima Ribu Orang Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh

Tim penyelamat mengevakuasi warga Azerbaijan yang terluka di Kota Ganja akibat serangan artileri Armenia. [AP Photo]

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan hampir lima ribu orang tewas dalam pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh.

"Ada banyak korban dari kedua sisi, lebih dari 2 ribu dari masing-masing pihak," kata Putin dalam pertemuan Klub Diskusi Valdai seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2020).

Menurut Putin, pemerintah Amerika Serikat akan membantu Rusia menjadi perantara untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Pihak Armenia mengatakan 874 personel militernya dan 37 warga sipil telah tewas sejak pertempuran pecah pada 27 September 2020. Sementara Azerbaijan mengatakan 61 warga sipil tewas dan 291 luka-luka. Mereka belum mengungkapkan berapa korban militernya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dijadwalkan bertemu dengan menteri luar negeri dari Armenia dan Azerbaijan hari ini. Pertemuan ini untuk memediasi kedua negara yang terlibat pertempuran di Nagorno-Karabakh sejak 1990-an.

Diberitakan Reuters, Rabu (21/10), belum jelas apakah menteri luar negeri pihak yang bertikai akan bertemu Pompeo secara terpisah atau pada waktu yang sama.

Kementerian Luar Negeri Amerika belum berkomentar. Pertemuan ini menunjukkan bahwa sebelum pemilihan presiden Amerika, Washington meningkatkan keterlibatan mereka untuk menyelesaikan konflik yang telah menewaskan ratusan orang sejak 27 September.

Pemerintah Azerbaijan mengatakan menteri luar negerinya, Jeyhun Bayramov, juga akan bertemu dengan utusan The Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) Minsk Group yang diketuai bersama oleh Rusia, Prancis dan Amerika Serikat. Mereka lah yang selama bertahun-tahun memimpin mediasi dalam konflik tersebut.

Adapun otoritas Armenia merilis beberapa rincian tentang rencana Menteri Luar Negeri Zohrab Mnatsakanyan di Washington. []

Komentar

Loading...