Rusia Resmi Miliki Vaksin Covid-19, Pertama di Dunia

Ilustrasi vaksin virus corona. [Foto: Shutterstock]

MOSKOW - Presiden Vladimir Putin hari ini menyatakan, Rusia telah memiliki vaksin untuk mengobati infeksi virus corona atau virus Covid-19. Vaksin ini hasil kerja Institut Riset Gamaleya bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Dengan begitu, Rusia menjadi negara pertama yang resmi memiliki vaksin Covid-19 setelah melalui tahapan uji coba sejak 18 Juni lalu. Sebanyak 38 relawan dilaporkan mengalami imunitas.

Presiden Putin meminta Menteri Kesehatan Mikhail Murasho untuk tetap membagikan informasi mengenai vaksin itu kepadanya.

"Saya berharap kita akan mampu memulai memproduksi secara massal obat itu dalam waktu dekat, di mana ini sangat penting," kata Putin dalam rapat kabinet sebagaimana dilaporkan Sputnik News, 11 Agustus 2020.

Putin mengatakan vaksin Covid-19 ini merupakan tahapan paling penting bagi dunia yang sedang dilanda pandemi corona.

Putin pun mengungkapkan seorang anak perempuannya telah diberi vaksin anti virus corona.

Edarkan ke Umum 1 Januari 2021

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan sejumlah negara telah menunjukkan minat mereka pada vaksin Covid-19 produksi Rusia.

Murashko menjelaskan, Dana Investasi Langsung Rusia saat ini berinvestasi dalam produksi dan promosi vaksin di luar negeri.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan tertarik mengikuti tes vaksin Covid-19 setelah mendapat tawaran paket vaksin dari Moscow dengan harapan gratis.

"Saya akan katakan kepada Presiden (Vladimir) Putin bahwa saya percaya dengan studi Anda untuk melawan Covid-19. Saya percaya vaksin ini baik untuk umat manusia,” kata Duterte dalam siaran televisi lokal pada Senin malam, 10 Agustus 2020 dan dilansir Channel News Asia.

Menurut sertifikat registrasi, Rusia akan mengedarkan vaksin Covid-1 kepada warga sipil pada 1 Januari 2021.

Vaksin Covid-19 dikembangkan bersama oleh Institut Riset Gamaleya dan Kementerian Pertahanan Rusia.

Tes Vaksin Covid-19 dilakukan pada 18 Juni lalu melibatkan 38 relawan. Semua relawan dinyatakan mengalami perkembangan imunitas. Kelompok pertama yang mengikuti tes vaksin Covid-19 dinyatakan sembuh pada 15 Juli dan kelompok kedua pada 20 Juli. []

Komentar

Loading...