Update Corona Dunia: 3,1 Juta Kasus, 951.030 Sembuh dan 217.094 Meninggal

Penanganan medis pasien corona di Italia. [Foto: AFP]

Kasus penyebaran virus corona masih menunjukkan adanya penambahan di sejumlah negara, baik dari segi jumlah kasus, pasien sembuh dan korban jiwa.

Berdasarkan data dari Worldometers, hingga Rabu pagi (29/4/2020), jumlah kasus positf Covid-19 ada sebanyak 3.128.995 kasus. Sedangkan untuk pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif lalu dinyatakan telah sembuh juga bertambah, totalnya ada 951.030 orang.

Namun, dari sisi jumlah korban meninggal juga turut bertambah. Terdapat 217.094 orang yang meninggal secara keseluruhan karena terinfeksi virus corona.

Berikut 10 negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak:

1. Amerika Serikat, 1.030.315 kasus, 58.670 orang meninggal, total sembuh 140.138
2. Spanyol, 232.128 kasus, 23.822 orang meninggal, total sembuh 123.903
3. Italia, 201.505 kasus, 27.359 orang meninggal, total sembuh 68.941
4. Perancis, 165.911 kasus, 23.660 orang meninggal, total sembuh 46.886
5. Inggris, 161.145 kasus dan 21.678 orang meninggal
6. Jerman, 159.735 kasus dan 6.280 orang meninggal, 117.400 total sembuh
7. Turki, 114.653 kasus, 2.992 orang meninggal, total sembuh 38.809
8. Russia, 93.558 kasus, 867 orang meninggal, total sembuh 8.456
9. Iran, 92.584 kasus, 5.877 orang meninggal, total sembuh 72.439
10. China, 82.836 kasus, 4.633 orang meninggal, total sembuh 77.555

Turki

Dilansir Al Jazeera, Selasa (28/4/2020), jumlah korban yang meninggal karena Covid-19 di Turki bertambah 92 orang dalam 24 jam terakhir. Hal itu sekaligus menjadikan jumlah korban meninggal di Turki ada 2.992 orang.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 di negara tersebut juga mengalami penambahan sebanyak 2.392 kasus sehingga totalnya menjadi 114.653 kasus.

Kendati demikian, sebanyak 38.809 pasien yang sebelumnya terinfeksi Covid-19, kini telah sembuh. Adapun jumlah tes yang dilakukan dalam 24 jam terakhir sebanyak 29.230 kali.

Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan rencana untuk mencabut kebijakan lockdown yang sebelumnya telah diterapkan.

Ia mengharapkan, kehidupan secara normal di Spanyol akan kembali pada akhir Juni mendatang. Pencabutan langkah-langkah ketat akan dimulai pada 4 Mei.

Kemudian, akan bervariasi dari satu daerah ke daerah tergantung pada faktor-faktor seperti bagaimana tingkat infeksi berkembang.

Selain itu, juga melihat jumlah tempat perawatan intensif yang tersedia secara lokal dan bagaimana daerah mematuhi aturan jarak.

Italia

Angka kematian akibat pandemi virus corona di Italia bertambah sebanyak 382 pasien. Menurut data dari Badan Perlindungan Sipil, total orang yang terinfeksi sejak awal wabah mencapai 201.505 kasus.

Jumlah kasus dalam penghitungan harian infeksi baru adalah sebanyak 2.091 kasus. Badan itu mengatakan 1.275 juta orang telah dites untuk virus corona dari populasi yang berjumlah sekitar 60 juta orang.

Cina Ancam Australia

Pemerintah Cina mengancam Australia untuk tidak meneruskan upayanya terkait investigasi asal usul virus Corona (COVID-19). Menurut Duta Besar Cina di Australia, Cheng Jingye, apa yang dilakukan Australia adalah manuver politik yang bisa membahayakan hubungan Cina-Australia.

"Kami meminta Australia untuk mengesampingkan bias ideologi dan menghentikan permainan politik mereka...demi hubungan bilateral Cina dan Australia," ujar pernyataan pers Kedutaan Besar Australia di Cina, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Rabu, 29 April 2020.

Diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morisson mendekati sejumlah kepala negara untuk mendorong adanya investigasi internasional soal Corona. Menurut Morisson, negara-negara terdampak virus Corona berhak tahu dari mana virus itu berasal dan bagaimana wabah bisa terjadi.

Beberapa negara yang didekati oleh Morisson adalah Amerika, Prancis, dan Jerman. Ketiganya mengapresiasi ajakan Morisson, namun merasa waktunya belum pas. Presiden Prancis Emmanuel Macron, misalnya, mengatakan bahwa dirinya ingin fokus menangani pandemi virus Corona dulu. Meski begitu, hal tersebut tidak menghentikan upaya Australia.

Jingye melanjutkan bahwa upaya yang didorong Australia tidak hanya bisa mengganggu hubungan bilateral, namun juga pariwisata. Sebab, kata ia, serangan terhadap Cina bisa menimbulkan sentimen Anti-Australia ke depannya yang kemudian berdampak ke jumlah turis dari Cina.

"Mungkin warga Cina kemudian akan bertanya-tanya, buat apa mereka minum anggur Australia? buat apa makan daging Australia," ujar Jingye.

Menanggapi pernyataan Jingye, Pemerintah Australia akan memanggillnya untuk meminta penjelasan. Menteri Perdagangan Simon Birmingham bahkan mengatakan bahwa pembicaraan awal sudah dilakukan di mana kementeriannya menyampaikan kekecewaan terhadap pernyataan Cina.

"Australia tidak akan mengubah kebijakannya yang berkaitan dengan kesehatan publik dan keamanan nasional hanya karena ancaman ekonomi," ujar Birmingham.

"Pemerintahan kami sangat sadar bahwa (akibat virus Corona) ratusan ribu nyawa melayang dan ekonomi terpuruk. Hal itu mempengaruhi miliaran penduduk di seluruh dunia dan cukup untuk menjadi alasan perlunya investigasi," ujar Birmingham menegaskan.

Hingga hari ini, Australia tercatat memiliki 6.738 kasus dan 88 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19). []

Komentar

Loading...