Update Corona Dunia: 4,88 Juta Orang Terinfeksi, Belasan Ribu Kasus Baru di Brazil

Petugas medis yang mengenakan alat pelindung diri mengawal seorang wanita yang diduga terinfeksi Corona di Instanbul Turki. [Foto: AFP]

Sebagian besar negara di dunia masih melaporkan adanya kasus baru virus corona yang dikonfirmasi di wilayahnya setiap harinya.

Melansir data dari laman Worlometers hingga Selasa pagi (19/5/2020), jumlah total kasus virus corona di dunia adalah sebanyak 4.885.035 (4,88 juta) kasus. Dari jumlah tersebut, telah terjadi 319.779 kasus kematian.

Sementara itu, 1.902.554 (1,9 juta) pasien telah dinyatakan sembuh. Adapun kasus yang masih aktif berjumlah 2.662.702 kasus dengan 2.617.950 pasien berada dalam kondisi ringan, dan 44.572 dalam kondisi kritis.

Kasus terbanyak masih dicatatkan terjadi di AS, yaitu dengan jumlah kasus lebih dari 1,5 juta, disusul Rusia, Spanyol, Brazil, dan Inggris. Kondisi dari pandemi virus corona ini masih terus berkembang dan mengalami perubahan setiap harinya.

Brazil

Jumlah kasus virus corona di Brazil terus mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Pada Senin (18/5/2020), ada 13.140 kasus baru yang dikonfirmasi di Brazil sehingga jumlah total kasus virus corona di negara ini menjadi sebanyak 254.220 kasus.  Jumlah kasus Covid-29 di Brazil pun telah melampaui Inggris.

Kini, Brazil menempati peringkat ketiga di dunia untuk jumlah kasus terbanyak virus corona yang dikonfirmasi. Kementerian Kesehatan Brazil juga mengumumkan 674 kasus kematian baru pada hari Senin (18/5/2020) sehingga jumlah pasien Covid-19 meninggal menjadi sebanyak 16.792.

Atas kondisi ini, Presiden Jair Bolsonaro telah menghadapi kritik terhadap retorika anti-lockdown yang ia suarakan, bahkan ketika jumlah kasus semakin bertambah.

Melansir CNN, 19 Mei 2020, ia telah berulang kali menyebut Covid-19 sebagai sebuah "flu kecil" dan mendorong kegiatan bisnis untuk dibuka kembali meskipun banyak gubernur yang ingin mengimplementasikan langkah isolasi sosial dan memperlambat penyebaran.

Baru-baru ini, Bolsonaro juga kembali ditinggalkan oleh Menteri Kesehatannya yang kedua hanya dalam beberapa minggu.

Turki

Turki akan menerapkan jam malam nasional selama 4 hari saat libur Idul Fitri, yaitu antara 23 Mei hingga 26 Mei mendatang sebagai bagian dari langkah pengontrolan pandemi. Keterangan ini disampaikan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya, Senin (18/5/2020).

"Saya harap setelah libur nanti, kita tidak lagi memerlukan pembatasan seperti itu" kata Erdogan sebagaimana dikutip CNN, 18 Maret 2020.

Sebagai bagian dari proses normalisasi, mulai 29 Mei 2020, beberapa masjid harus memenuhi persyaratan yang diberlakukan di dalam negara agar dapat diizinkan mengadakan shalat berjamaah untuk 2 dari 5 shalat harian bagi umat muslim.

Sebelumnya, Turki telah mengizinkan toko, mal, dan penata rambut untuk kembali buka pada minggu lalu. Pemerintah akan melanjutkan lockdown berdasarkan usia tertentu, yaitu melarang orang yang berusia lebih dari 65 tahun dan di bawah 20 tahun untuk meninggalkan rumahnya.

Kelompok-kelompok usia tersebut akan diizinkan untuk keluar pada hari-hari yang telah ditentukan sebagai sebuah bagian dari proses normalisasi yang baru.

Adapun tahun pendidikan 2019-2020 telah berakhir dan sekolah akan kembali dilanjutkan pada September. Sementara itu, TK dan playground akan dibuka kembali pada 15 Juni mendatang.

Wapres Sudan Selatan Positif Virus Corona

Wakil Presiden Sudan Selatan Riek Machar dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Menurut pernyataan kantor kepresidenan, Senin (18/5) Machar saat ini dalam kondisi sehat. Dia terpapar Covid-19 tanpa gejala.

Istri Machar, yakni Menteri Pertahanan Angelina Teny, dan sejumlah staf kantor dan pengawalnya juga dinyatakan positif Covid-19

Seperti dikutip dari AFP, Machar mulai hari ini akan menjalani karantina mandiri di kediamannya selama 14 hari ke depan.
Menurut data terbaru yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Senin (18/5), Sudan Selatan sejauh ini telah mencatat 339 kasus Covid-19 dan enam kematian.

Jumlah kasus tersebut diraih berdasarkan pengetesan yang dilakukan hanya terhadap 3.908 orang.
Pekan lalu, para pejabat mengumumkan virus itu telah menyebar hingga kamp penampungan di ibu kota Juba. Dua kasus telah dikonfirmasi di sana.

Sebuah kasus juga telah dikonfirmasi di kamp serupa di Bentiu utara, rumah bagi hampir 120.000 penduduk.
Negara itu dilanda krisis kemanusiaan dan kelaparan, bahkan setelah Machar dan Presiden Salva Kiir, saingan utama dalam perang saudara, membentuk pemerintah persatuan pada bulan Februari.

Keduanya tetap menemui jalan buntu, terutama dalam penyelesaian masalah utama seperti kontrol negara-negara kawasan.
Hingga pekan lalu, Machar masih menjadi salah satu anggota gugus tugas virus corona.

Tetapi pada hari Jumat Kiir membubarkan gugus tugas. Ssejumlah anggota gugus tugas lainnya juga dinyatakan positif Covid-19. []

Komentar

Loading...