Update Covid-19 di Dunia: 2,3 Juta Kasus, 595.467 Sembuh, 160.434 Meninggal

Penanganan medis pasien corona di Italia. [Foto: AP]

Persebaran kasus virus corona di dunia juga masih meningkat, baik dari sisi jumlah, maupun korban meninggal.

Dilansir dari data Worldometers pada Minggu (19/4/2020) pagi, jumlah kasus Covid-19 secara global mencapai 2.324.731 kasus.

Jumlah tersebut dibarengi dengan angka pasien yang sembuh sebanyak 595.467 kasus. Sementara itu, jumlah korban meninggal juga bertambah menjadi total 160.434 kasus.

Berikut 10 negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia:

1. Amerika Serikat, 736.790 kasus, 38.920 orang meninggal, total sembuh 67.438
2. Spanyol, 191.726 kasus, 20.639 orang meninggal, total sembuh 74.797
3. Italia, 175.925 kasus, 23.227 orang meninggal, total sembuh 44.927
4. Perancis, 151.793 kasus, 19.323 orang meninggal, total sembuh 35.983
5. Jerman, 143.342 kasus, 4.459 orang meninggal, total sembuh 85.400
6. Inggris, 114.217 kasus dan 15.464 orang meninggal
7. China, 82.719 kasus, 4.632 orang meninggal, total sembuh 77.029
8. Turki, 82.329 kasus, 1.890 orang meninggal, total sembuh 10.453
9. Iran, 80.868 kasus, 5.031 orang meninggal, total sembuh 55.987
10. Belgia, 37.183 kasus, 5.453 orang meninggal, total sembuh 8.348

Turki

Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca mengatakan, jumlah kasus virus corona di negaranya terkonfirmasi naik menjadi 82.329 kasus. Angka tersebut meningkat 3.783 kasus dalam 24 jam terakhir.

Selain itu, Koca juga menjelaskan korban meninggal dunia juga bertambah 121 orang. Sehingga total korban meninggal menjadi 1.890 orang.  Sebanyak 1.822 orang telah pulih dari virus corona sejauh ini, dan jumlah tes yang dilakukan selama 24 jam terakhir mencapai 40.520.

Perancis

Prancis mencatat 642 kematian lebih banyak akibat infeksi virus corona, sehingga totalnya menjadi 19.323 kasus.

Otoritas kesehatan publik Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah orang di unit perawatan intensif juga turun untuk hari ke 10 berturut-turut, menjadi 5.833, level terendah sejak 31 Maret.

Seperti diketahui, Perancis telah melakukan lockdown sejak 17 Maret sebagai bagian dari upaya untuk mengekang wabah itu.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan dia akan meminta parlemen untuk perpanjangan 15 hari lagi untuk pemberlakuan lockdown, atau hingga 9 Mei mendatang.  Hal itu diberlakukan untuk menghilangkan virus corona yang menjadi salah satu wabah terburuk di dunia.

Sanchez mengatakan dia ingin melonggarkan pembatasan pada anak-anak, yang akan diizinkan keluar dari rumah mereka setelah 27 April. Meskipun hal itu akan terbatas dan tunduk pada kondisi untuk menghindari penularan. Dia (Sanchez) tidak merinci lebih jauh. []

Komentar

Loading...