Update Virus Corona di Dunia: 1,34 Juta Orang Terinfeksi, 276.515 Sembuh

Petugas medis Amerika membawa seorang warga yang terindikasi virus Corona. [Foto: Reuters]

Ratusan negara di dunia terus melaporkan penambahan kasus infeksi virus corona. Data terbaru per Selasa (7/4/2020) menunjukkan, jumlah infeksi virus corona sebanyak 1,34 juta kasus.

Dari jumlah tersebut, 74.565 orang meninggal dunia, dan 276.515 pasien dinyatakan sembuh. Hingga kini, jumlah kasus terbanyak tercatat di Amerika Serikat, yaitu sebanyak lebih dari 300.000 kasus, disusul Spanyol, Italia, dan Jerman. Sementara, dari angka kematian, Italia mencatatkan jumlah terbanyak, disusul Spanyol, AS, dan Perancis.

Berikut adalah perkembangan terbaru dari wabah virus corona di beberapa negara di dunia:

Amerika Serikat

Jumlah kasus infeksi virus corona yang telah dilaporkan di AS per Selasa (7/4/2020) pagi adalah sebanyak 364.723 kasus. Kasus-kasus di Amerika Serikat ini masih menjadi yang terbanyak di dunia hingga kini. Dari jumlah tersebut, ada 10.781 kematian.

Terbaru, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah melakukan perjanjian dengan perusahaan 3M untuk menyuplai 55 juta masker N95 tambahan ke AS setiap bulannya. Berdasarkan perjanjian tersebut, 3M akan menigirimkan 55 juta masker tambahan per bulan ke Amerika Serikat dari pabrik-pabrik luar negeri selama tiga bulan ke depan.

Upaya ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga medis. Sebagian besar masker-masker ini akan datang dari pabrik 3M di China.

Italia

Per Selasa (7/4/2020) pagi, kasus infeksi virus corona yang telah dikonfirmasi di Italia adalah sebanyak 132.547 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 16.523 kasus. Hingga kini, Italia mencatatkan angka kematian tertinggi.

Melansir CNN, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan bahwa pemerintah mengalokasikan 400 miliar dollar Euro untuk membantu keluarga dan bisnis yang terdampak. Upaya ini bertujuan untuk menangani dampak ekonomi yang terjadi akibat pandemi virus corona ini.

Inggris

Per Selasa (7/4/2020) pagi, jumlah infeksi Covid-19 yang telah dilaporkan di Inggris adalah sebanyak 52.279 kasus. Dari jumlah tersebut, ada 5.385 kasus kematian yang terjadi. Terbaru, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dibawa ke unit perawatan intensif setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit karena terus menunjukkan gejala virus corona setelah 10 hari melakukan karantina diri.

Untuk sementara, Boris pun digantikan oleh Sekretaris Luar Negeri Dominic Raab. Sebelumnya, Boris disebut telah meminta Raab untuk menggantikannya ketika dibutuhkan. Dalam sebuah konferensi pers beberapa jam lalu, Raab mengatakan, Boris berada dalam kondisi yang baik, bersemangat, dan melanjutkan tugasnya memimpin negara. Hingga kini, dilaporkan bahwa gejala yang ditunjukkan oleh Boris disebut persisten.

Jerman
Meski Jerman dihantam wabah virus Corona sangat keras, negara ini memiliki tingkat kematian yang sangat rendah dibanding negara-negara lain, bahkan sesama negara Eropa.

Jerman adalah negara yang pro-aktif menangani virus Corona, salah satunya dengan "Taksi Corona". Taksi Corona adalah julukan petugas medis yang mengenakan perlengkapan pelindung, mengemudi mobil di jalan-jalan kosong di Heidelberg untuk memeriksa pasien yang di rumah, lima atau enam hari sakit dengan gejala virus Corona.

Petugas melakukan tes darah, mencari tanda-tanda bahwa seorang pasien akan mengalami penurunan kondisi yang tajam. Mereka mungkin menyarankan rawat inap, bahkan untuk pasien yang hanya memiliki gejala ringan.

Menurut Universitas Johns Hopkins, Jerman memiliki lebih dari 100.000 infeksi yang dikonfirmasi di laboratorium pada Senin pagi, lebih banyak daripada negara lain kecuali Amerika Serikat, Italia, dan Amerika Serikat, atau Spanyol. Angka ini menjadikan Jerman satu dari lima negara yang terpukul paling parah oleh virus Corona.

Tetapi melihat angka infeksi yang begitu besar, Jerman hanya memiliki tingkat fatalitas dengan 1.584 kematian, angka kematian Jerman mencapai 1,6 persen, dibandingkan dengan 12 persen di Italia, sekitar 10 persen di Spanyol, Prancis dan Inggris, 4 persen di Cina dan hampir 3 persen di Amerika Serikat. Bahkan Korea Selatan, dengan model perataan kurva, memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi, 1,8 persen.

Saat ini, Jerman sedang melakukan sekitar 350.000 tes virus Corona per minggu, jauh lebih banyak daripada negara Eropa lainnya. Tes awal dan luas telah memungkinkan pihak berwenang untuk memperlambat penyebaran pandemi dengan mengisolasi kasus yang diketahui saat mereka menular. Ini juga memungkinkan perawatan penyelamatan untuk diberikan dengan cara yang lebih tepat waktu.

Pada akhir April, otoritas kesehatan Jerman juga berencana untuk meluncurkan studi antibodi skala besar, menguji sampel acak dari 100.000 orang di Jerman setiap minggu untuk mengukur di mana kekebalan sedang membangun diri.

Di sebagian besar negara, termasuk Amerika Serikat, tes sebagian besar terbatas pada pasien yang paling sakit, sehingga pria itu mungkin akan menolak dites.

Tetapi beda dengan Jerman. Segera setelah hasil tes masuk, sekolah ditutup, dan semua anak dan staf diperintahkan untuk tinggal di rumah bersama keluarga mereka selama dua minggu, dan mereka semua dites.

Di seluruh Jerman, rumah sakit telah menambah kapasitas perawatan intensif mereka. Dan mereka mulai dari level yang tinggi. Pada bulan Januari, Jerman memiliki sekitar 28.000 tempat tidur perawatan intensif yang dilengkapi dengan ventilator, atau 34 per 100.000 orang. Sebagai perbandingan, angka itu adalah 12 di Italia dan 7 di Belanda. Sekarang, ada 40.000 tempat tidur perawatan intensif tersedia di Jerman. []

Komentar

Loading...