Update Virus Corona di Dunia: 1,8 Juta Orang Terinfeksi, 421.722 Sembuh

Tentara dan aparat kepolisian ikut diterjunkan untuk membantu menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun-stasiun kereta setelah jumlah kasus virus corona di Spanyol naik. [Foto: Reruters]

Angka kasus virus corona jenis baru penyebab Covid-19 masih terus meningkat di seluruh dunia. Hingga Senin pagi (13/4/2020), melansir data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, jumlah kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di seluruh dunia adalah sebanyak 1.846.680 kasus.

Artinya, lebih dari 1,8 juta orang terinfeksi virus corona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114.090 pasien atau 6,18 persen dari total kasus yang dikonfirmasi, meninggal dunia.

Adapun jumlah pasien sembuh telah mencapai 421.722 orang atau 22,84 persen dari seluruh kasus yang telah dikonfirmasi. Jumlah kasus terbanyak masih dicatatkan oleh AS dengan lebih dari 500.000 kasus, disusul Spanyol, Italia, Perancis, dan Jerman.

Kasus kematian tertinggi juga masih dicatatkan di AS, disusul Spanyol dan Italia. Sementara, untuk jumlah pasien sembuh terbanyak sejauh ini dicatatkan oleh Spanyol, yaitu sebanyak lebih dari 62.000 pasien.

Berikut adalah perkembangan terbaru dari kasus virus corona di beberapa negara di dunia:

Perancis

Melansir CNN, Perancis mencatatkan jumlah kematian baru terendah pada Minggu (12/4/2020), yaitu sebanyak 561 kasus kematian. Penambahan kasus kematian ini pun membuat total angka kematian di Perancis per Minggu (!2/4/2020) menjadi sebanyak 14.393 kasus.

"Kami melihat dimulainya sebuah dataran tinggi yang sangat tinggi," kata Kementerian Kesehatan Perancis dalam sebuah pernyataan.

Hingga kini, pemerintah masih terus berupaya untuk mengendalikan wabah virus corona yang menyerang negara ini dengan hebat, yaitu melalui penggalakan jarak sosial atau jarak fisik. Menurut pihak pemerintah, upaya ini mulai membuahkan hasil.

Pakistan

Per Minggu (12/4/2020), Pakistan telah megonfirmasi 5.183 kasus virus corona dan 88 kematian. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan langkah-langkah dalam membantu negara-negara berkembang mengatasi dampak bencana Covid-19 ini.

Melansir CNN, Khan juga mengusulkan agar negara-negara berkembang diberikan ruang fiskal dan bantuan keuangan melalui restrukturisasi dan langkah-langkah tambahan lain, yang dapat membantu mereka menghadapi krisis yang tengah berlangsung.

"Dilema yang kita hadapi di Pakistan adalah menyelematkan orang dari kematian akibat virus dan di sisi lain juga menyelamatkan orang dari kelaparan hingga mati karena lockdown," kata Khan.

Selandia Baru dan Australia

Pemerintah Australia dan Selandia Baru kompak menolak untuk meringankan pembatasan sosial atau bahkan mengangkat lockdown terkait virus Corona. Menurut mereka, masih terlalu awal untuk melakukan hal tersebut. Langkah yang salah diyakini keduanya bisa memicu gelombang baru pandemi virus yang bernama resmi COVID-19 itu.

Pernyataan itu disampaikan mereka usai naiknya pertumbuhan jumlah kasus baru virus Corona di kedua negara. Di Australia, misalnya, jumlah kasus baru naik menjadi 33 pada hari ini meski angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan angka tertinggi sebelumnya yang mendekati 100. Sebelumnya, beberapa hari terakhir, angka kasus di Australia menurun.

"Masih terlalu cepat untuk meringankan pembatasan sosial. Saat ini lebih tepat untuk bertahan dengan pembatasan yang ada. Langkah tersebut terbukti berhasil menekan pertumbuhan kasus baru," ujar Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 13 April 2020.

Alih-alih meringankan pembatasan sosial, Australia malah memperketatnya pada libur Paskah pekan lalu. Hal itu untuk memastikan tidak ada warga yang membandel. Personil kepolisian, helikopter, dan titik pemeriksaan disebar di berbagai tempat untuk memastikan warga tetap berada di Australia dan mengisolasi diri.

Kepala Petugas Medis Australia, Brendan Murphy, beranggapan bahwa kecil kemungkinan Australia meringankan pembatasan sosial dalam waktu dekat. Evaluasi pembatasan sosial saja, menurut Murphy, baru akan terjadi beberapa pekan lagi.

"Beberapa pekan lagi, mungkin baru mereka mengambil keputusan soal pembatasan apa yang bisa diringankan," ujarnya.

Di Selandia Baru, Perdana Meneteri Jacinda Ardern menyebut perang melawan virus Corona belum usai selama pandemi tersebut masih mengancam. Oleh karenanya, ia belum akan meringankan lockdown yang berlaku di Selandia Baru dalam waktu dekat.

Mengutip Reuters, Ardern diagendakan mengevaluasi lockdown di Selandia Baru pada pekan depan. Dari situ, baru ia akan menentukan langkah selanjutnya, apakah meringankan atau memperpanjang dan memperketat lockdown.

Kedua negara sadar bahwa langkah pembatasan yang mereka lakukan berdampak ke perekonomian mereka. Oleh karenanya, mereka berencana membuat kebijakan baru untuk mendorong kegiatan ekonomi lagi. Australia, misalnya, tengah menimbang kemungkinan meminta maskapai penerbangan untuk mensubsidi penerbangan domestik.

"Kami sangat sadar bahwa ekonomi kami juga harus segera jalan," ujar Ardern menambahkan.

Per berita ini ditulis, Australia tercatat memiliki 6.322 kasus dan 61 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19). Sementara itu, New Zealand memiliki 1.349 kasus dan 5 korban meninggal.

Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedo Sànchez berencana mencabut sejumlah aturan pembatasan wilayah atau lockdown meski ribuan kasus baru virus corona (Covid-19) masih ditemukan setiap hari.

Dalam jumpa pers Hari Paskah, Minggu (12/4), Sànchez mengatakan beberapa pencabutan pembatasan akan dilakukan hari ini. Dia menuturkan pencabutan pembatasan ini akan bersifat progresif serta terukur.

Saya ingin memperjelas, kita tidak menghadapi fase kedua (penyebaran corona). Keadaan siaga tetap berlanjut dan pembatasan secara umum tetap berlanjut," ucap Sànchez seperti dilansir dari CNN.

Langkah ini dilakukan Sànchez setelah mengklaim tingkat penularan dan kematian akibat kasus Covid-19 di Spanyol terus melambat.

Berdasarkan data Worldometer, Spanyol merupakan negara dengan kasus corona tertinggi kedua di dunia. Per Senin (13/4), Spanyol tercatat memiliki 166.831 kasus Covid-19 dengan 17.209 kematian. []

Komentar

Loading...