Update Virus Corona di Dunia 20 April: 2,39 Juta Orang Terinfeksi, 618.880 Sembuh

Penanganan medis pasien corona di Italia. [Foto: AFP]

Angka kasus infeksi virus corona di dunia masih terus bertambah. Perkembangan kasus baru, angka pasien sembuh, dan angka kematian masih terus mengalami perubahan. Secara umum, sebagian besar negara di dunia telah melaporkan adanya kasus virus corona di wilayahnya.

Berdasarkan data hingga Senin (20/04/2020) pagi, jumlah kasus Covid-19 di dunia adalah sebanyak 2.394.291 orang terinfeksi (2,39 juta).

Dari jumlah tersebut, 164.938 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 611.880 pasien telah dinyatakan sembuh. Adapun kasus terbanyak masih dicatatkan oleh Amerika Serikat dengan jumlah kasus lebih dari 700.000, disusul Spanyol, Italia, dan Perancis yang mengalami penurunan jumlah kasus baru dalam beberapa hari terakhir.

Kasus Virus Corona Turki Tertinggi di Eropa, Ketujuh di Dunia

Turki menjadi negara dengan kasus infeksi virus Corona di Eropa setelah mengkonfirmasi lonjakan kasus pada Minggu (19/4/).

Turki mencatat 3.977 kasus virus Corona baru dalam 24 jam terakhir, menjadikan total kasus 86.306 dan melebihi jumlah kasus di Cina.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan pada hari Minggu bahwa 127 kematian baru dalam 24 jam terakhir, menjadikan total kematian 2.017, menurut laporan Reuters, Senin, 20 April 2020.

Sementara 11.976 orang telah pulih dari virus Corona di Turki sejauh ini, dan jumlah tes yang dilakukan selama 24 jam terakhir mencapai 35.344, kata Koca.

Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan akan mencabut jam malam yang diberlakukan di 31 provinsi, menurut laporan Anadolu.

Akhir pekan ini, Turki memberlakukan perintah tinggal di rumah setelah jam malam selama 48 jam yang dilaksanakan pada 11-12 April.
Senin lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa tindakan itu akan berlanjut "sesuai kebutuhan."

Turki baru melaporkan pasien virus Corona pertama pada 10 Maret, tetapi telah melihat jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat tajam sejak itu. Sekarang Turki memiliki total kasus virus Corona tertinggi ketujuh di dunia, dan sejauh ini Turki telah menguji lebih dari 634.000 orang.

Italia Kembali Catat Korban Meninggal Corona Terendah

Italia melaporkan 433 orang meninggal akibat Covid-19 dalam tempo sehari pada Minggu (19/4). Angka tersebut menjadi angka terendah korban meninggal akibat virus corona dalam sepekan terakhir.

Jumlah kematian kali ini merupakan angka terendah kedua dalam tempo satu bulan.

Mengutip AFP, selain mengalami penurunan korban jiwa, Italia juga mulai mencatat pelemahan kasus baru virus corona yang hanya bertambah 1,7 persen atau sebanyak 3.047 pasien.

Hingga saat ini Italia mencatat 23.660 kematian akibat infeksi virus corona dengan 178.972 kasus. Pekan lalu pada Minggu (12/4) Italia juga melaporkan 431 kematian baru per hari dan menjadi angka terendah sejak 19 Maret.

Pemerintah Italia saat ini tengah melakukan pengawasan ketat terhadap infeksi baru virus corona. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencabut kebijakan penguncian wilayah atau lockdown yang telah diberlakukan sejak Maret lalu.

Pemerintah dikabarkan hendak mencabut kebijakan lockdown pada 4 Mei mendatang. Saat ini pemerintah Italia tengah mempertimbangkan bisnis mana yang kemungkinan akan mulai diizinkan kembali beroperasi.

Dilaporkan CNN, Perdana Menteri Giuseppe Conte mengizinkan toko buku, pusat cuci pakaian, toko alat tulis, dan toko pakaian anak kembali dibuka mulai 10 April.

Nantinya sejumlah bisnis seperti manufaktur komputer, perawatan taman, pekerja hidrolik, dan produksi kertas akan menyusul kembali beroperasi pada fase kedua.

Kendati demikian, beberapa wilayah seperti Lombardy dan Veneto memutuskan untuk menunda mengakhiri lockdown. Semua usaha hingga kini masih belum diizinkan kembali beroperasi.

Semua usaha yang diizinkan kembali beroperasi harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menggunakan sarung tangan untuk pelayan makanan dan minuman, serta menyediakan cairan pencuci tangan untuk karyawan dan pengunjung toko.

Spanyol Catat Korban Meninggal akibat Covid-19 Terendah

Spanyol mencatat penurunan tajam angka kematian harian akibat virus corona menjadi 410 korban jiwa. Jumlah tersebut merupakan angka kematian harian terendah dalam sebulan terakhir.

Koordinator kedaruratan kementerian kesehatan Spanyol Fernando Simon mengatakan penurunan tajam angka kematian ini menjadi yang pertama kalinya berada di bawah 500 korban jiwa.

"Itu angka yang memberi kita harapan. Untuk pertama kalinya kematian di bawah 500 sejak jumlah korban harian mulai meningkat," ujar Simon seperti mengutip AFP.

Simon mengatakan jika penurunan angka kematian juga diikuti dengan menurunnya pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dan ruang perawatan intensif (ICU).

Berdasarkan data statistik John Hopkins University, Spanyol memiliki 20.453 korban jiwa dengan 196.664 kasus virus corona atau bertambah sekitar 2,4 persen dalam waktu 24 jam.

Menteri Kesehatan Salvador Illa mengatakan jika Spanyol saat ini telah menunjukkan perkembangan positif lantaran kurva kasus baru dan kematian mulai statis.

Presiden regional Madrid Isabel Diaz Ayuso mengatakan indikasi menurunnya kasus dan kematian akibat virus corona ditandai dengan rencana penutupan kamar mayat sementara yang didirikan di area seluncur es pada Rabu (22/4).

Selain itu, rumah sakit darurat yang didirikan di pusat konferensi di Madrid juga akan ditutup pada Jumat (24/4). Rumah sakit darurat tersebut didirikan untuk merawat 1.500 pasien positif virus corona.

Pihak berwenang meyakini jika Spanyol telah melewati puncak pandemi pada 2 April lalu ketika mencatat 950 kematian dalam tempo 24 jam.

Kendati sudah mengalami penurunan tajam angka kematian pemerintah belum berencana mencabut penguncian wilayah (lockdown).

Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Sabtu (18/4) lalu meminta parlemen untuk memperpanjang lockdown nasional selama dua pekan hingga 9 Mei mendatang. Namun pemerintah berencana untuk melonggarkan lockdown dengan mengizinkan anak-anak kembali ke sekolah mulai 27 April mendatang.

Spanyol merupakan negara kedua setelah Amerika Serikat yang memiliki kasus virus corona tertinggi di dunia. Negeri Matador pertama kali melaporkan dua kasus pertama Covid-19 pada 15 Februari lalu.[]

Komentar

Loading...