Update Virus Corona Dunia: 4,9 Juta Orang Terinfeksi, AS Ancam WHO

Petugas medis Amerika membawa seorang warga yang terindikasi virus Corona. [Foto: Reuters]

Penyebaran virus corona secara global, masih terus bertambah dari hari ke harinya.

Melansir data dari laman Worldometers, total kasus Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 4.979.924 (4,9 juta) kasus hingga Rabu pagi (20/5/2020).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.957.600 (1,9 juta) pasien telah sembuh, dan 324.417 orang meninggal dunia.

Kasus aktif hingga saat ini tercatat sebanyak 2.697.907 dengan rincian 2.652.841 pasien dengan kondisi ringan dan 45.066 dalam kondisi serius.

Berikut 10 negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak:

1. Amerika Serikat, 1.568.518 kasus, 93.407 orang meninggal, total sembuh 362.571.

2. Rusia, 299.941 kasus, 2.837 orang meninggal, total sembuh 76.130.

3. Spanyol, 278.803 kasus, 27.778 orang meninggal, total sembuh 196.958.

4. Brasil, 265.896 kasus dan 17.840 orang meninggal, total sembuh 100.459.
5. Inggris, 248.818 kasus dan 35.341 orang meninggal.

6. Italia, 226.699 kasus dan 32.169 orang meninggal, 129.401 total sembuh.
7. Perancis, 180.809 kasus, 28.022 orang meninggal, total sembuh 62.563.

8. Jerman, 177.827 kasus, 8.193 orang meninggal, total sembuh 155.700.

9. Turki, 151.615 kasus, 4.199 orang meninggal, total sembuh 112.895.

10. Iran, 124.603 kasus, 7.119 orang meninggal, total sembuh 97.173.

Perancis

Dilansir Al Jazeera, Selasa (19/5/2020), Perancis merevisi jumlah kematian akibat infeksi virus corona menjadi 28.022 atau turun sebanyak 217 kasus.

Menurut seorang pejabat kementerian yang mengutip data dari pusat kesehatan wilayah, kematian di rumah sakit naik 125 atau 0,7 persen menjadi 17.714 tetapi jumlah korban di panti jompo direvisi turun 342 atau 3,2 persen menjadi 10.308.

Jumlah kasus yang terkonfirmasi meningkat 524 menjadi 143.427, atau sebanyak 0,4 persen, sedikit lebih tinggi dari kenaikan rata-rata 0,3 persen per hari yang terlihat sejak akhir penguncian pada 11 Mei.

Amerika Serikat

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan larangan perjalanan ke Brasil.

Hal itu menyusul "Kota Samba" menempati peringkat ke-3 dengan jumlah kematian tertinggi di dunia akibat virus corona.

"Kami sedang mempertimbangkannya," kata Trump.

"Saya tidak ingin orang-orang datang ke sini dan menginfeksi orang-orang kami. Saya juga tidak ingin orang di sana sakit. Kami membantu Brasil dengan ventilator. Brasil mengalami masalah, tidak ada pertanyaan tentang itu," tambah Trump.

Ancaman AS ke WHO

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menarik diri sebagai negara pemberi dana tetap bagi WHO (World Health Organization).

Sikap itu diambil karena ia menganggap WHO tak memperlakukan AS dan negara lainnya di dunia dengan baik, khususnya terkait penanganan virus corona.

"Mereka harus membersihkan tindakan mereka. Mereka harus melakukan pekerjaan yang lebih baik. Mereka harus jauh lebih adil terhadap negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, atau kita tidak akan terlibat dengan mereka lagi," kata Trump.

Penyataan itu muncul ke permukaan usai Trump mengeluarkan sepucuk surat yang dialamatkan kepada WHO pada Senin (18/5/2020) waktu setempat.

Trump menyampaikan WHO harus melakukan perbaikan menyeluruh dalam jangka waktu 30 hari ke depan. []

Komentar

Loading...