Virus Corona Dunia: 3,05 Juta Orang Terinfeksi, 919.664 Sembuh, 211.102 Meninggal

Penanganan medis pasien corona di Italia. [Foto: AP]

Jumlah persebaran kasus virus corona di berbagai negara di dunia, tercatat semakin meluas. Melansir data dari Worldometers, kasus positif Covid-19 telah mencapai angka 3.056.787 hingga Selasa pagi (28/4/2020).

Kendati begitu, jumlah pasien yang berhasil dinyatakan sembuh juga terus bertambah, yakni telah mencapai angka 919.664. Namun, angka korban meninggal karena terinfeksi virus corona secara global pun ikut mengalami penambahan sebanyak 211.102.

Berikut 10 negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia:

  1. Amerika Serikat, 1.005.808 kasus, 56.561 orang meninggal, total sembuh 137.693.
  2. Spanyol, 229.422 kasus, 23.521 orang meninggal, total sembuh 120.832.
  3. Italia, 199.414 kasus, 26.977 orang meninggal, total sembuh 66.624.
  4. Perancis, 165.842 kasus, 23.293 orang meninggal, total sembuh 45.513.
  5. Jerman, 158.389 kasus, 6.050 orang meninggal, total sembuh 114.500.
  6. Inggris, 157.149 kasus dan 21.092 orang meninggal.
  7. Turki, 112.261 kasus, 2.900 orang meninggal, total sembuh 33.791.
  8. Iran, 91.472 kasus, 5.806 orang meninggal, total sembuh 70.933.
  9. Rusia, 87.147 kasus, 794 orang meninggal, total sembuh 7.346.
  10. China, 82.830 kasus, 4.633 orang meninggal, total sembuh 77.474.

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengklaim negaranya telah berhasil menekan persebaran Covid-19 setelah melakukan penguncian atau lockdown. Untuk itu, Selandia Baru secara bertahap akan melonggarkan penguncian yang telah berlangsung selama hampir lima minggu.

"Tidak ada transmisi komunitas yang tersebar luas dan tidak terdeteksi di Selandia Baru. Kami telah memenangkan pertempuran itu," kata Ardern seperti dilansir Al Jazeera, Senin (27/4/2020).

Pengumuman ini sekaligus akan memungkinkan beberapa bisnis, gerai makanan takeaway dan sekolah dibuka kembali.

Iran

Lebih dari 700 orang meninggal di Iran setelah menenggak alkohol, mereka salah dalam mengartikan bahwa alkohol dapat menyembuhkan Covid-19.

Otoritas koroner nasional mengatakan bahwa keracunan alkohol membunuh 728 orang Iran antara 20 Februari dan 7 April. Tahun lalu hanya ada 66 kematian akibat keracunan alkohol.

Juru bicara kementerian kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengatakan 5.011 orang telah teracuni oleh alkohol. Kemudian, sekitar 90 orang telah kehilangan penglihatan mereka atau menderita kerusakan mata akibat keracunan alkohol.

Hossein Hassanian, seorang penasihat kementerian kesehatan, mengatakan penghitungan akhir orang-orang yang kehilangan penglihatan bisa jauh lebih tinggi.

Trump Bakal Buat China Tanggung Jawab

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersumpah akan terus melakukan investigasi agar China bertanggung jawab terhadap pandemi virus corona yang melanda dunia.

Trump percaya bahwa China seharusnya bisa mencegah Corona menjadi pandemi yang mempengaruhi dunia secara global.

"Ada banyak cara yang bisa kami lakukan untuk membuat mereka bertanggung jawab. Kami sedang melakukan investigasi dengan serius seperti yang kalian semua ketahui dan kami tak senang dengan situasi yang ada saat ini," ucap Trump dalam sesi konferensi pers dikutip dari AP.

Trump meyakini China seharusnya bisa bertindak lebih responsif dalam memutus penyebaran virus ketika terjadi wabah di Wuhan pada awal tahun ini.

"Kami tidak senang dengan seluruh situasi yang ada karena kami percaya bahwa virus ini bisa disetop di sumbernya. Virus ini seharusnya bisa disetop dengan cepat dan tidak menyebar ke seluruh dunia. Kami berpikir hal tersebut yang seharusnya terjadi."

"Jadi kami akan membuat kalian semua mengetahui hal ini pada waktu yang tepat," tutur Trump.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menuduh China telah mengetahui penemuan virus corona pada awal November 2019.

Pada awalnya China menutup rapat informasi tentang kasus pneumonia yang misterius dan menahan orang-orang yang melaporkannya. Kemudian, wabah yang bermula di Kota Wuhan itu kemudian menyebar ke seluruh dunia dan dinyatakan sebagai pandemi pada 31 Desember.

AS lantas mendesak China untuk memberikan akses pemeriksaan ke laboratorium virologi di Wuhan. Mereka menduga virus menyebar dari laboratorium tersebut.

China membantah teori tersebut. Para ilmuwan mereka mengatakan bahwa virus itu mungkin ditularkan ke manusia di pasar daging di Wuhan yang memang menjual hewan-hewan eksotis.

Menurut data John Hopkins, hingga saat ini sudah ada 988.189 kasus positif corona di Amerika Serikat dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 56.225 jiwa. Amerika Serikat jadi negara dengan jumlah korban terbanyak dalam pandemi Corona. []

Komentar

Loading...