Atasi Resesi dan Kemiskinan Akibat Covid-19, ACT Aceh Salurkan Bantuan Pangan dan Modal Usaha

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail saat memberikan keterangan terkait peluncuran program “Gerakan Bangkit Bangsaku; Habis Gelap Bangkitkan Terang”, Kamis (8/10/2020), di Banda Aceh. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Guna mengatasi resesi perekonomian masyarakat dan mengantisipasi kelaparan serta kemiskinan akibat pandemi Covid-19, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh akan menyalurkan bantuan pangan dan memberikan modal usaha kepada masyarakat kurang mampu di Aceh.

Dua program tersebut merupakan bagian dari “Gerakan Bangkit Bangsaku; Habis Gelap Bangkitkan Terang” yang diluncurkan ACT Aceh, Kamis (8/10/2020), di Banda Aceh. Program tersebut merupakan program lanjutan yang telah dilakukan ACT Aceh sejak Maret 2020 dalam membantu penanganan dan dampak akibat Covid-19 di Aceh.

“Progam ini untuk mengatasi ancaman resesi, kelaparan, kemiskinan, sekaligus membangun kemandirian masyarakat. Gerakan ini juga untuk menyebarkan optimisme masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail di sela-sela peluncuran program tersebut.

Husaini menjelaskan, tiga sektor utama penyelamatan dalam program Bangkit Bangsaku yakni sosial, ekonomi, dan kesehatan. Di sektor sosial, kata Husaini, ACT berikhtiar menopang kebutuhan pokok masyarakat terutama pangan. Pangan menurutnya merupakan kebutuhan utama yang sulit dipenuhi di masa pandemi akibat keterpurukan ekonomi masyarakat.

“ACT Aceh Insya Allah akan terus mengikhtiarkan mendampingi masyarakat, memastikan stok pangan dari hulu ke hilir tersedia, sehingga seluruh masyarakat dapat terbantu,” ujarnya.

Di bagian hulu, Husaini menambahkan, ACT memfokuskan pada pendampingan para produsen pangan seperti petani, nelayan, dan sebagainya agar produksi pangan terus berlanjut.

“Hasil produksi pangan tersebut nantinya akan menjadi suplai untuk masyarakat di bagian hilir. Semua ini insyaallah akan menjangkau masyarakat urban dan pelosok Aceh,” imbuhnya.

Adapun program-program pangan tersebut, Husaini menjelaskan, di antaranya Lumbung Beras Wakaf, Lumbung Ternak Wakaf, Lumbung Air Wakaf, Lumbung Sedekah Pangan, Operasi Pangan Gratis, Operasi Beras Gratis, Operasi Makan Gratis, Humanity Care line, dan lainnya. Sementara penyelamatan di sektor sosial mencakup pemberian bantuan biaya hidup bagi para guru dan dai prasejahtera di Aceh.

“Untuk program Lumbung Sedekah, di Aceh ada beberapa masjid dan minimarket yang telah menjadi mitra ACT. Masyarakat yang berbelanja lebih dan ingin bersedekah disediakan tempat penampung, yang kemudian setiap hari Jumat itu dikumpulkan dan dibawa ke masjid, agar masyarakat dapat mengambil secukupnya kebutuhan pangan untuk dibawa pulang,” jelasnya.

“Sedangkan untuk bantuan pendidikan, kami menargetkan sekolah-sekolah yang agak terpinggir (pelosok). Kami memberikan honor setiap bulannya untuk beberapa guru yang sesuai dengan program ini,” tambah Husaini.

Di sektor ekonomi, lanjut Husaini, ACT membantu modal usaha bagi para pelaku usaha mikro dan ultra mikro bertahan dan bangkit di tengah ancaman resesi ekonomi.

“Karena sumbernya dari dana wakaf, maka kami meluncurkan namanya program Wakaf Modal Usaha. Mudah-mudahan program ini mampu mendorong perekonomian bangsa yang banyak disokong dari sektor UMKM,” harapnya.

Kemudian di sektor kesehatan, Husaini juga menjelsakan, ACT melaksanakan program preventif terhadap penyebaran virus corona melalui aksi disinfeksi, penyediaan APD bagi pejuang medis, hingga dukungan pangan dan multivitamin bagi tenaga kesehatan yang menangani kasus covid-19.

Ketika ditanyai soal fokus bantuan pangan dan bantuan modal usaha agar tidak adanya tumpang tindih dalam penyaluran bantuan di masyarakat, Husaini mengatakan dalam penyaluran bantuan pihaknya juga berkoordonasi dengan pemerintah yakni dinas sosial dalam kebutuhan data, serta bekerja sama dengan aparatur pemerintahan gampong (desa), agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

“Kami akan berupaya meminimalisir atau jangan sampai terjadinya doble pemberian bantuan kepada masyarakat. Kami tidak kejar target, tapi berupaya agar penyaluran bantuan ini bisa tepat sasaran,” ungkapnya.

Dalam penyaluran bantuan modal usaha nantinya, Husaini juga menjelaskan, ACT Aceh memfokuskan sasaran bantuan modal kepada masyarakat yang bergerak di bidang agribisnis.

“Kita di Aceh tidak usah berbicara industri yang besar-besar, lahan di Aceh masih sangat luas dan subur. Ini yang bagaimana kita gerakkan. Jadi sasaran kami itu lebih kepada ketahanan pangan, baik itu peternakan maupun pertanian,” ujarnya.

“Mungkin tidak semua yang mendapatkan bantuan, karena ini hanya gerakan kecil, semoga saja bermanfaat. Tapi bukan hanya ACT saja, siapapun pihak lain juga bisa melakukan gerakan seperti ini secara bersama-sama,” tutup Husaini. []

Komentar

Loading...