Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp2.730.000 Per Mayam

Emas yang dijual di kawasan Pasar Atjeh, Banda Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Harga Emas di Banda Aceh saat ini mencapai Rp2.730.000,- per mayam pada Rabu (15/4/2020). Harga ini sedikit menurun dibandingkan harga emas pekan lalu Rp2.750.000,- per mayam.

“Harga emas minggu lalu itu harga emas tertinggi di Aceh selama ini, dua hari ini sedikit menurun. Tapi kondisi emas nggak stabil, kadang naik, kadang turun setiap harinya,” kata Imran, pemilik Toko Emas Sejati di kawasan Pasar Atjeh, Banda Aceh kepada acehonline.co Rabu sore.

Imran menjelaskan, harga emas per mayam di Banda Aceh memiliki berat 3,3 gram, di mana berbeda dengan takaran emas di kabupaten/kota lainnya di Aceh yang hanya 3 gram.

“Harga Rp2.730.000,- itu belum termasuk ongkos pembuatan emas (perhiasan) Rp50 ribu. Jadi, kalau Minggu kemarin harga emas Rp2.750.000,- jika ditambah ongkos maka harga emas Rp2.800.000,- per mayam,“ jelas Imran.

Meningkatnya harga emas di Aceh, kata Imran, karena mengikuti harga emas dunia, yang dipengaruhi perekonomian dunia. Menurutnya harga emas juga dipengaruhi akibat hampir seluruh negara dilanda pandemi virus corona atau Covid-19.

“Kalau Maret kemarin, harga emas berkisar di Rp2.600.000 hingga Rp2.650.000,- per mayam,” ungkap Imran.

Akibat harga emas tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini, Imran menambahkan, menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat.

“Yang jual juga tidak banyak, masyarakat menjual seperlunya saja. Karena was-was juga, bisa-bisa harga emas jadi terus meningkat,” ungkapnya.

Imran memprediksi harga emas bisa kembali melonjak naik, bahkan mencapai Rp3 juta per mayam jika kondisi pandemi corona semakin memburuk di berbagai negara di dunia.

“Bisa saja tembus Rp3 juta bahkan lebih, jika kondisi virus corona ini terus memburuk,” imbuhnya. []

Komentar

Loading...