Tujuh Ribu Awak Angkutan Umum di Aceh Butuh Bantuan Terdampak Covid-19

Kasatlantas Polres Langsa AKP Dede Kurniawan bersama petugas Dinas Perhubungan mengecek kondisi bus angkutan umum saat razia "Ram Check: di Terminal Kota Langsa, Jumat (27/12/2019). [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Organda Aceh menyatakan lebih kurang tujuh ribu awak angkutan umum di Aceh membutuhkan bantuan pemerintah akibat dampak COVID-19.

Ketua Organda Aceh Ramli di Banda Aceh, Selasa (21/4/2020), mengatakan pandemi COVID-19 membuat sektor transportasi lumpuh, penumpang turun drastis, sehingga pendapatan awak angkutan merosot.

"Ada sekitar tujuh ribu awak angkutan umum, baik orang maupun barang, yang harus dibantu. Mereka juga ikut terdampak COVID-19. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah," kataRamli.

Untuk angkutan penumpang, kata Ramli, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Jumlah penumpang merosot hingga 70 persen. Dan ini menyebabkan pendapatan sopir dan kernet berkurang.

Sedangkan angkutan barang masih bertahan, namun mereka kini merasa khawatir dengan kondisi COVID-19 di Sumatera Utara. Sebab, mereka mengangkut kebutuhan pokok dari gudang-gudang di Sumatera Utara dan membawanya ke Aceh.

"Risiko mereka terpapar COVID-19 tinggi sekali. Jadi, sopir angkutan barang ini juga termasuk mereka yang berada di garda terdepan di tengah pandemi COVID-19," kata Ramli.

Ramli tidak bisa membayangkan bagaimana jika para sopir angkutan barang tersebut tidak mau berangkat karena khawatir terpapar COVID-19. Akibatnya, persediaan berkurang dan harga kebutuhan pokok meningkat.

"Kondisi inilah yang harus dihindari, jangan sampai sektor transportasi, terutama angkutan barang terhenti. Jika ini terhenti, berdampak pada kebutuhan pokok masyarakat Aceh," kata Ramli. []

Komentar

Loading...