20 KK di Daerah Aliran Sungai Keureuto Aceh Utara Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

Rumah warga di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Keureuto di Gampong Blang Gunci Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara terancam abrasi. [Foto: AcehOnline/Hamdani]

ACEH UTARA - Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Keureuto di Gampong Blang Gunci Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara, terancam kehilangan tempat tinggal akibat abrasi.

Mustafa (36 tahun) warga setempat kepada acehonline.co, Kamis (4/6/2020), mengatakan dirinya bersama warga lain sangat khawatir dan ketakutan tinggal di rumahnya. Sebab, pinggiran sungai terus terkikis abrasi. Bahkan, jarak sungai dengan rumahnya hanya tersisa satu meter.

“Kami sangat khawatir jika air sungai naik dengan tiba – tiba akan menghanyutkan rumah kami. Dan kami tidak tahu mau pindah ke mana, paling hanya bisa bergeser dekat pinggir jalan besar mencari titik yang aman. Karena, mau pindah ke tempat lain tidak tahu ke mana, ya terpaksa kami tetap tinggal di situ,” ujarnya.

Kaur Pemerintahan Gampong Blang Gunci Paya Bakong, Safrizal, menjelaskan untuk mencegah terjadinya abrasi Pemkab Aceh Utara melalui dinas terkait sudah pernah membangun beronjong abrasi sepanjang 500 meter. Namun, bangunan dimaksud tidak membantu, karena tidak sampai ke lokasi yang maksimal. Sehingga, kondisinya kian parah.

"Penyebab utama dikarenakan air sungai naik dan tidak ada penahan, seperti tumbuh - tumbuhan kayu di sepanjang DAS Keureutoe. Sehingga, saat musim hujan dampak dari kikisan air meluas. Malahan, sudah terjadi di tiga gampong dan yang paling parah Blang Gunci, Matang Panyang dan Gampong Mampre. Rata-rata kikisan abrasi sungai lebih kurang 15 meter lagi mendekati jalan utama penghubung kecamatan,” sebutnya.

Dia juga menambahkan, pihaknya telah menyampaikan perihal tersebut kepada Pemerintah baik ke Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara dengan cara mengajukan permohonan pada tahun 2019. Namun usulan tersebut belum terealisasi.

“Semua usaha sudah kami lakukan, jadi kami mau mengadu ke mana lagi?. Masalah ini menyangkut nyawa manusia, jadi kami berharap masalah ini dapat segera diatasi oleh pemerintah, karena kami khawatir jika ada banjir besar, maka dapat menghanyutkan rumah masyarakat ataupun menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya. []

Komentar

Loading...