Darurat Corona, Mahasiswa Pascasarjana Aceh di Jakarta Buka Posko Online

Mahasiswa Pascasarjana Aceh di Jakarta. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh - Jakarta, membuka Posko Online, sebagai bentuk solidaritas bersama di Perantaun. Hal itu dilakukan untuk memantau kondisi dan kesehatan Mahasiswa Aceh, baik yang sedang kuliah S1, S2 dan S3 di berbagai Perguruan Tinggi di DKI Jakarta.

"Setelah mempelajari situasi dan kondisi pemberlakuan darurat corona oleh Presiden Republik Indonesia dan imbauan Plt. Gubernur Aceh agar masyarakat Aceh di perantauan menunda pulang kampung sampai keadaan darurat corona berakhir, kami segera menindaklanjuti dan berdiskusi dengan teman-teman IMPAS. Setelah meminta berbagai masukan dari para tokoh Aceh di Jakarta, kami langsung membentuk Posko Online untuk melakukan pendataan kembali mahasiswa, S1, S2 dan S3 yang berasal dari Aceh dan sedang kuliah di Jakarta, mengenai biodata, kondisi dan kebutuhan mahasiswa, agar tetap bisa bertahan di Jakarta,” kata Koordinator Umum Posko Online IMPAS, Fadhillah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Rabu (1/4/2020) di Banda Aceh.

Berdasarkan data empiris yang diperoleh, kata Fadhillah, selanjutnya akan direkomendasi, didiskusikan dan diajukan kepada pihak-pihak terkait agar bisa ditindaklanjuti nantinya. Pengisian Kuesioner dapat dilakukan di http://gg.gg/PoskoOnlineIMPAS-TanggapBencanaCovid19.

“Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Wakil Koordinator Umum Agussalim via WhatsApp +62 852-7750-2424 atau Ketua Bidang Humas, Andri di nomor 081262091163, selain itu juga terbuka komunikasi via email : perempuanimpas1920@gmail.com,” ujarnya.

“Begitu pula bagi para donatur yang ingin berpartisipasi meringankan beban mahasiswa di perantauan, bisa menyalurkan melalui BNI 46 No. Rek. 0220750951 an. Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh - Jakarta. Ujar, Candidate Doktor Universitas Negeri Jakarta,” tambah Fadhillah.

Ketua Umum IMPAS. Yunizar ZA, menambahkan, mahasiswa yang sedang kuliah di Jakarta, bukan semua berasal dari keluarga mampu atau mendapatkan beasiswa dari Pemerintah atau sponsor.

“Akan tetapi, karena banyak yang nekat dan tekat kuat, yang kemudian mengantarkan mereka bisa kuliah di berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Oleh sebab itu, dengan adanya Posko Online, diharapkan, bisa mendata dan membantu mahasiswa kurang mampu agar tetap bisa bertahan di Jakarta,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan IMPAS, Muntasir Ramli, mengapresiasikan pembentukan Posko Online atau Virtual oleh Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesehatan IMPAS, Fadhillah Cs.

“Saya kira ini langkah kongkrit dan penting, agar bisa memantau kesehatan Mahasiswa Aceh di Jakarta dan membantu koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami berharap teman-teman mahasiswa di Jakarta, tetap mengutamakan menjaga kesehatan, mengingat Jakarta termasuk Zona Merah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

“Jika, tidak ada hal terlalu penting dan mendesak, lebih baik untuk sementara waktu melakukan karantina mandiri sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh Pemerintah,” pesan Muntasir. []

Komentar

Loading...