Lagi, Seekor Gajah Mati di Areal HGU Aceh Timur

Bangkai gajah yang terperosok ke dalam parit bekas sungai,di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur pada Sabtu (4/04/2020). [Foto: Istimewa]

IDI - Seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kembali ditemukan mati di Aceh Timur, tepatnya di Afdeling III areal HGU (Hak Guna Usaha) pekebunan PT. Makmur Inti Bersaudara, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Pereulak. Rabu (15/4/2020).

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro melalui Kapolsek Ranto Pereulak Ipda Wisnu Bramantyo, dalam siaran persnya Rabu (15/4/2019) membenarkan peristiwa matinya satwa dilindungi tersebut.

Wisnu mengatakan, pihaknya telah melihat langsung kelokasi kejadian bersama dengan pihak Koramil setempat dan Tim CRU (Conservation Response Unit) Serbajadi, Aceh Timur.

"Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh Tim CRU bahwa gajah tersebut berjenis kelamin jantan, berusia sekitar 5 (lima) tahun. Diperkirakan gajah naas itu sudah mati sejak 4 ( empat) hari lalu, kata Wisnu.

Dugaan sementara, Tim CRU menyebutkan gajah itu mati bukan karena dibunuh untuk diambil gadingnya, melainkan mati karena sakit atau keracunan." tuturnya.

Saat ini gading yang tadinya masih melekat pada bangkai gajah sudah diamankan oleh Tim CRU Aceh Timur. Selanjutnya besok, Kamis (16/04) Tim BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Aceh bersama Tim dokter akan ke lokasi untuk melakukan nekropsi terhadap bangka gajah tersebut.

Hingga pertengahan bulan April ini tercatat sudah 2 (dua) kasus gajah mati di Aceh Timur. Sebelumnya pada 4 April 2020 lalu seekor bangkai gajah betina diperkirakan berusia 1,5 tahun juga ditemukan mati akibat terperosok ke dalam parit bekas sungai, di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. []

Komentar

Loading...