Pemerintah Inggris Dukung Rencana Bergulirnya Kembali Premier League

Ilustrasi Premier League. [Grafis: acehonline.co]

LONDON - Pemerintah Inggris mendukung rencana Premier League segera bergulir saat situasi memungkinkan. Pembahasan mempercepat dimulainya kembali Liga Inggris 2019/2020, yang terhenti akibat pandemi virus Corona (COVID-19), akan dibahas pihak klub dan pemerintah.

Sekretaris Budaya Departemen Digital, Budaya, dan Olahraga (DCMS) Britania Raya, Oliver Dowden, mengaku telah berbicara dengan pihak Premier League mengenai percepatan tersebut. Dowden menyebut pihaknya mendukung rencana kembalinya sepak bola secepat mungkin.

“Saya pribadi sudah bicara dengan pihak Premier League dengan sudut pandang agar sepak bola bisa sesegera mungkin bergulir demi mendukung komunitas sepak bola secara keseluruhan," ucapnya.

"Namun, tentu saja langkah ini harus sesuai dengan protokol kesehatan,” imbuh Dowden kepada Reuters pada Senin (27/4/2020) sebagaimana dikutip Antara.

Pertemuan antara DCMS, Badan Kesehatan Masyarakat Inggris, serta eksekutif dari liga olah raga top seperti Premier League dilaporkan akan digelar pekan ini.

Pihak pemerintah dan eksekutif liga dilaporkan akan membahas bagaimana kompetisi olah raga bisa digulirkan kembali. Sedangkan klub-klub Premier League akan mengadakan rapat pada Jumat (1/5/2020) waktu setempat.

Sebelumnya, rencana kembalinya Premier League dilaporkan dengan sejumlah solusi yang diberitakan media-media Inggris.

Solusi tersebut antara lain pelaksanaan pramusim selama tiga pekan pada Mei untuk menyiapkan kembalinya musim 2019/2020. Premier League pun diwacanakan digelar tanpa penonton sejak Juni 2020.

Klub-klub Mulai Bersiap
Sejumlah klub seperti Arsenal, West Ham United, dan Brighton & Hove Albion telah membuka fasilitas latihan pada Senin (27/4), sedangkan Tottenham Hotspur menyusul pada Selasa (28/4). Keempat tim tersebut menggelar latihan dengan pembatasan sosial ketat.

Arsenal mengizinkan maksimal lima pemain di lapangan latihan dalam satu waktu. Sedangkan Tottenham dan West Ham hanya membolehkan pemanasan solo. Spurs pun mewajibkan pemain datang sendiri dan segera pulang ketika sesi latihan selesai.

Akan tetapi, latihan ringan dipandang belum cukup bila ingin sesegera mungkin memulai Premier League.

Hal tersebut dinyatakan Craig Boyd, dosen olah raga Manchester Metropolitan University. Menurut Boyd, pembatasan sosial tidak bisa dilakukan di sesi latihan untuk mempersiapkan kebugaran dan performa terbaik.

“Mereka [para pemain Premier League] saat ini dilucuti secara total [dalam hal latihan], dan akan problematis dalam kelompok kecil. Atasi pembatasan sosial, ini masalah pokoknya,” ucap Boyd dilansir Guardian.

“Sampai Anda mendapatkan seluruh tim kembali, [aspek] teknis, taktis, dan fisik [dari latihan] tidak bisa berjalan. Dan jika Anda tidak punya waktu untuk melakukan ini, itu akan meningkatkan risiko cedera,” tambahnya.

Komentar

Loading...