Lima Polisi di Aceh Timur Dipecat, Tiga Di Antaranya Karena Narkoba

Upacara pemecatan Lima anggota Polri yang berlangsung di lapangan Mapolres Aceh Timur. Kamis, (27/5/2020). [Foto: Istimewa]

IDI - Lima anggota Polres Aceh Timur resmi diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

Upacara pelepasan atribut Polri itu berlangsung dilapangan Mapolres Aceh Timur pada Kamis, (27/5/2020) dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19, yang dipimpin Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, selaku Inspektur upacara.

Kelima anggota tersebut diberhentikan karena kasus kedisiplinan dan terbukti menggunakan narkoba. Proses pemberhentian dilakukan berdasarkan Keputusan Kapolda Aceh Nomor : KEP/151/V/2020, Tanggal 5 Mei 2020 Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri, yang dilaksanakan secara in absentia, karena kelima anggota yang diberhentikan tidak hadir.

Sebagai simbol, anggota Satuan Sabhara Polres Aceh Timur membawa foto kelima anggota yang diberhentikan sambil dibacakan Surat Keputusan Pemberhentian terhadapnya.

Dalam amanatnya Kapolres Aceh Timur menyampaikan, pemberhentian kelima anggotanya itu sebagaimana diatur dalam pasal 11 -huruf (a) dan pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri dan pasal 5 huruf (a), pasal 15 dan Peraturan Kapolri nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kode Etik Profesi Polri.

"Dari lima anggota yang diberhentikan tidak dengan hormat ini dua di antaranya terkait desersi (mangkir dari tugas) dan tiga anggota lainya tersangkut masalah narkotika,” kata Kapolres.

Dia menyayangkan pemberhentian tidak hormat ini. Namun, dengan berbagai pertimbangan telah dilakukan sidang Komisi Kode Etik hingga surat pemberhentian tidak dengan hormat diterbitkan.

“Peristiwa seperti ini tentunya sangat disayangkan oleh kita semua. Namun demi organisasi yang kita cintai ini, maka upacara PTDH ini pun tetap laksanakan,” ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan, upaya penegakan disiplin dan Kode Etik Kepolisian sangat dibutuhkan guna terwujudnya pelaksanaan tugas dan tercapainya profesionalisme Polri.

“Sangat tidak mungkin penegakan hukum dapat berjalan dengan baik, apabila penegak hukumnya sendiri tidak disiplin dan tidak profesional,” terangnya.

Dia juga mengingatkan agar upacara PTDH ini hendaknya dapat dijadikan bahan introspeksi dan evaluasi bagi seluruh anggota Polri jajaran Polres Aceh Timur.

“Menjadi anggota Polri merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan yang diraih tidak dengan mudah. Sehingga diharapkan setiap anggota menyadari untuk tidak melakukan tindakan indispliner, tindak pidana, maupun melanggar kode etik Polri,” ujar Kapolres.

Adapun anggota Polres Aceh Timur yang diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) yaitu Aipda Yudi Harianto dan Irwan, keduanya diberhentikan karena kasus disersi. Sementara tiga anggota lainnya, yakni Aipda Ikhsan Reda, Briptu Mulyadi dan Briptu Noval Fahlevi karena kasus Narkotika. []

Komentar

Loading...