Polisi Ringkus Pemilik dan Pengedar Sabu di Aceh Besar

Barang bukti ganja dan sabu yang disita polisi dari penangkapan tersangka kasus narkoba di Aceh Besar. [Foto: Dok. Polresta Banda Aceh]

BANDA ACEH - Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh meringkus pemilik dan pelaku pengedar Narkotika jenis sabu di dua lokasi terpisah di Kabupaten Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan Rabu (15/4/2020), mengatakan pada Selasa malam (14/4), pihaknya menangkap ML (52) pria tua asal Gampong Meunasah Baktrieng, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar di rumahnya.

Dalam penangkapan itu, kata dia, petugas menyita barang bukti sabu seberat 39.10 gram sabu. “Penangkapan terhadap tersangka ML dengan barang bukti sabu seberat 39.10 gram tersebut di sebuah kamar di dalam rumahnya ini yang merupakan hasil informasi dari warga masyarakat setelah menghubungi pihak Kepolisian,” ujarnya.

Menurut Boby, saat dilakukan penangkapan, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu kaleng rokok merk Magnum Filter yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 2.07 gram. Kemudian, satu kaleng rokok merk gudang garam warna merah yang di dalamnya terdapat tujuh bungkusan narkotika jenis sabu dengan berat lebih kurang 10.36 gram dan satu plastik bekas bungkusan sabu.

Selain itu, tambahnya, petugas juga menyita enam bungkusan narkotika jenis sabu yang dilapisi dengan plastik warna hitam dengan berat lebih kurang 26.67 gram serta satu bungkusan kertas koran yang berisi daun dan biji ganja seberart 16.83 gram.

"Petugas juga menyita satu pipet plastik yang digunakan sebagai sendok sabu dan satu botol kaca untuk kompor sabu. Jadi jumlah keseluruhan berjumlah 16 bungkus, dengan total berat Sabu 39,10 gram," sebut Boby.

Saat diinterogasi, tersangka mengakui barang bukti sabu tersebut diperoleh dari AK yang ditetapkan sebagai DPO pada hari Selasa (14/4/2020). Tersangka ML pernah menerima Sabu sebanyak 5 Sak atau 25 gram dari AK, dan uang hasil penjualan baru dikirim sekitar Rp 9 juta kepada AK dan sisanya akan dikirimkan kembali sekitar Rp 5 juta apabila sabu tersebut habis terjual.

“Saya menjual sabu tersebut dengan niat memperoleh keuntungan yang besar, namun saya terlebih dahulu ditangkap oleh petugas Sat Res Narkoba Polresta Banda Aceh,” kata ML.

Tidak hanya itu, selain ML, Polisi juga menangkap pemilik Narkotika jenis Sabu seberat 5,81 gram di depan WC Meunasah Al Muttaqin, Gampong Kandang, Kecamatan darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (14/4/2020). Pemilik sabu dengan berat 5,81 gram tersebut bernama MU (26) Warga Dusun Raja Ali, Gampong Kandang, Aceh Besar.

“Penangkapan terhadap tersangka saat itu di depan WC Meunasah gampong setempat. Saat itu barang bukti jenis sabu milik tersangka sedang dipegang menggunakan tangan sebelah kanan,” jelas Boby.

Dari tangan MU, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua buah bungkusan yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 5,81 gram, satu buah pipet bening, satu unit Hp merk Nokia warna hitam dan satu buah timbangan digital warna hitam. “Tersangka mengakui bahwa barang bukti sabu tersebut adalah milik tersangka sendiri dan barang bukti sabu tersebut tersangka peroleh dengan cara tersangka beli dari AMAT yang telah ditetapkan sebagai DPO," imbuhnya.

Tersangka MU, lanjut Boby, membeli sabu tersebut pada hari Minggu (29/3/2020) sekitar pukul 20.00 wib di depan SMP 1 Lampeuneurut Gampong Lampeuneurut Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar dengan harga Rp 2 juta dan selanjutnya petugas membawa tersangka dan barang bukti ke Sat Res Narkoba Polresta Banda Aceh guna di lakukan penyidikan lebih lanjut.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan dijerat pasal 112 ayat (2) Yo 114 ayat (2) dari UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. []

Komentar

Loading...