Polisi Tangkap Pembalap Liar di Banda Aceh

Pembalap liar yang ditangkap polisi di Banda Aceh. [Foto: Dok. Polresta Banda Aceh]

BANDA ACEH - Jajaran Polresta Banda Aceh menangkap pembalap liar di kawasan pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. Rata-rata, pelaku yang haus sensasi balapan tersebut masih berusia remaja.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasat Sabhara Polresta Banda Aceh Kompol Yusuf Hariadi, mengatakan aksi balapan liar ini didominasi oleh para remaja.

“Para joki balap liar dominannya berusia 12 – 16 tahun. Pelaku kami tangkap di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue," ujarnya.

Beberapa saat ketika balapan liar berlangsung, tidak lama kemudian, jajaran Kepolisian dari Sat Sabhara Polresta Banda Aceh bersama Personel Polsek Ulee Lheue langsung mengambil tindakan. Sejumlah ruas jalan ditutup, aparat kepolisian Patroli Kota atau dikenal dengan Patko juga bersiaga di lokasi. Sedangkan sebagian personel Sat Sabhara dan Kepolisan setempat melakukan penyisiran lokasi.

"Meskipun sudah ditertibkan namun masih saja ada aksi balap liar di kawasan tersebut. Mereka sering berpindah lokasi hingga ke Lambaro, Batoh, Lampeuneurut, dan Lampineung. Kami berharap kepada orang tua agar selalu menjaga anaknya yang masih kecil, kepedulian orang tua dalam hal ini sangat penting, apabila terjadi kecelakaan lalulintas, maka orang tua yang bertanggung jawab," katanya

Sementara itu, seorang warga Nanda menyebutkan bahwa jalan pelabuhan tersebut memang rawan menjadi lokasi balap liar. Biasanya mereka memacu kendaraan tersebut di malam hari, namun pada momen Ramadhan ini dilakukannya pagi sehabis subuh.
"Puasa pertama kemarin di sini cukup ramai, nah tadi baru ada Pak Polisi yang jaga, mereka melarikan diri," tuturnya.

Guna mengantisipasi balapan liar itu berulang lagi, aparat kepolisian selalu bersiaga di lokasi. Tentunya hal ini sangat meresahkan bagi warga setempat.

"Lokasinya di dekat SPBU dan Pelabuhan Ulee - Lheue, mereka kebut - kebutan dan membahayakan pengendara lain," jelas Nanda.

Dalam operasi itu, Polisi berhasil mengamankan para joki disertai dengan barang bukti, kemudiang diboyong ke Polresta Banda Aceh.

DG (16) merupakan salah seorang pelajar kelas III di salah satu SMP di Banda Aceh mengatakan, kesedihannya di saat ditangkap oleh pihak kepolisian dalam memberantas balap liar yaitu ibunya yang sedang hamil tua. Ia pun merasa bersalah ketika melakukan aksi kebut-kebutan yang dapat mencelakakan dirinya dan orang lain.

Kemudian, MIF (12) yang merupakan pelajar Sekolah Dasar kelas VI ini terus menangis terisak-isak dan mengatakan, ia teringat kepada orang tuanya ketika saat begini, ia merasa bersalah karena tidak patuh kepada kedua orang tuanya.

Sementara itu, AR (14) yang berpendidikan kelas II SMP di Aceh Besar ini mengatakan ketika ianya ditahan, siapa yang akan membantu orang tuanya menceri rezeki untuk kehidupan rumah tangganya.

Lalu katanya, baju yang ianya pakai telah diberikan kepada kawannya yang kebasahan dalam aksi balapan liar. Namun ketika polisi tiba, rekannya tersebut melarikan diri sehingga ia tidak mengenakan baju saat diamankan Polisi.

Setelah menimbang unek – unek, Kasat Sabhara Kompol Yusuf Hariadi, memanggil orang tua para pembalap liar dan mengembalikan ketiga anak dibawah umur tersebut kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan dengan ketentuan sepeda motor yang dipergunakan kebut – kebutan dapat diambil setelah Lebaran Idul Fitri 1441 H mendatang dengan melengkapi surat dan kelengkapan kenderaan lainnya.

“Kami setiap hari akan melakukan patroli guna mencegah gangguan ketertiban masyarakat di dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Kedepan apabila ditemukan para pelaku balap liar, maka akan diberikan tindakan tegas sesuai dengan undang – undang,” tegas Yusuf Hariadi. []

Komentar

Loading...