22 Kecamatan di Aceh Utara Dilanda Banjir

Rumah warga di Aceh Utara terendam banjir, Sabtu 4 Desember 2020. [Foto: Acehonline.co/Hamdani]

ACEH UTARA – Hujan deras yang terjadi di wilayah Aceh Utara dalam dua hari terakhir mengakibatkan meluapnya Krueng Keureuto, Krueng Peutoe dan Krueng Pirak, yang menyebabkan 22 kecamatan di Aceh Utara dilanda banjir, Sabtu (5/12/2020). Banjir itu mengakibatkan ribuan rumah di Aceh Utara terendam banjir.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Amir Hamzah mengatakan, dari 22 kecamatan dilanda banjir, wilayah terparah terjadi di Langkahan, daerah Gampong Leubok Pusaka dan Bukit Linteung.

Sedangkan Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, dan Kecamatan Sawang, Jambo Aye dan Samudera, BPBD Aceh Utara masih melakukan pendataan dan masyarakat daerah tersebut masih bertahan di rumah.

"Untuk penanganan banjir saat ini kami telah menurunkan tim dan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang tersebar di seluruh lokasi yang ada untuk melakukan evakuasi dan membangun selter penampungan untuk sementara,” ungkap Amir Hamzah.

Dia menambahkan, data ketinggian banjir luapan air sungai bervariasi dari 40 hingga 60 centimeter.

"Kami sudah menurunkan raber boat untuk mengevakuasi warga yang yang inbas banjir maupun yang sakit,” ujarnya.

“Kepada masyarakat yang kena imbas yang belum terdata diharapkan supaya dapat melaporkan ke posko BPBD Aceh Utara segera,” imbau Amir Hamzah.

Sementara itu Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Aceh Utara juga Menurun Tim Reaksi Cepat TRC untuk mengevakuasi warga terdampak banjir.

Banjir Terparah Selama Lima Tahun Terakhir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menetapkan status darurat bencana banjir terparah selama lima tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusup, saat menyerahkan bantuan masa panik untuk korban banjir di KM 3 Desa Mancang Kecamatan Lhoksukon, Sabtu (5/12/2020).

Dalam penyerahan bantuan untuk korban banjir di Desa Mancang Kecamatan Lhoksukon, Wakil Bupati Fauzi Yusup didampingi langsung oleh Sekda, Kadis Sosial, Tagana, dan Ketua IPSM Aceh Utara. Bantuan yang diserahkan secara simbolis berupa mie instan, beras, minyak goreng dan air mineral.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir. [Foto: Istimewa]
Menurut Fauzi, ditetapkan status darurat bencana banjir di Aceh Utara, akibat dampak yang terjadi di sejumlah lokasi yang ada di 22 kecamatan berimbas terendam banjir semakin meluas.

"Hal ini bedasarkan data sementara kami lihat di lapangan ini sudah bisa dinyatakan aceh utara sebagai darurat bencana banjir pemerintah daerah (pemda) setempat telah melakukan kaji cepat di lapangan,” ungkapnya.

Kondisi secara umum, kata Fauzi Yusuf dari 22 kecamatan yang dilanda banjir, jika curah hujan tidak berhenti maka dia memprediksi banjir di Aceh Utara akan semakin meluas.

"Untuk saat ini, tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut, namun kami mengharapkan warga tetap waspada dan berhati-hati kemungkinan curah hujan semakin meningkat dalam bulan ini,” imbaunya. []

Komentar

Loading...