Aceh Zona Hijau, Ketua DPRA: Refocusing APBA Rp1,7 T untuk Covid-19 Perlu Didiskusikan Kembali

Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin mengatakan refocusing atau realokasi APBA 2020 senilai Rp1,7 triliun yang dilakukan Pemerintah Aceh untuk penanganan Covid-19 perlu didiskusikan kembali. Hal itu mengingat status Aceh saat ini telah ditetapkan sebagai zona hijau oleh pemerintah pusat berdasarkan pemetaan daerah terdampak Covid-19 di Indonesia.

“Berdasarkan penjelasan Ketua TAPA sebelumnya, anggaran refocusing itu akan digunakan jika Aceh Covid-19 merebak atau meningkat di Aceh. Namun karena saat ini Aceh sudah zona hijau dan Pemerintah Aceh juga telah mempersiapkan untuk penerapan skema new normal, maka saya kira anggaran yang direfocusing ini perlu didiskusikan kembali,” kata Dahlan Jamaluddin, di ruang kerjanya, Kamis (28/5/2020).

Dahlan menjelaskan, dengan ditetapkannya status Aceh zona hijau, maka DPRA dan Pemerintah Aceh perlu untuk duduk bersama membicarakan kembali penanganan Covid-19 di Aceh, apakah tetap mempersiapkan skema penanganan Covid-19 atau menganggap persoalan Covid-19 selesai di Aceh.

“Dana yang telah direfocusing ini nanti perlu diperjelas, apakah tetap dicadangkan untuk penanganan Covid-19 atau dimasukkan ke dalam perubahan APBA 2020,” ungkapnya.

”Jika kasus Covid-19 tidak lagi meningkat, maka tidak perlu lagi dipersiapkan anggaran Rp1,7 triliun, karena anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) sebesar Rp118 miliar saja, masih ada tersisa dan belum digunakan seluruhnya,” tambah Dahlan.

Hingga saat ini, Dahlan juga mengatakan, DPRA belum menerima rincian sumber-sumber anggaran yang direfocusing dari program-program di APBA, maupun skenario dan skema penanganan Covid-19 yang menggunakan anggaran refocusing Rp1,7 triliun tersebut.

”Sampai saat ini TAPA (Tim Anggaran Pemerintah Aceh) belum bisa menyajikan dari sumber mana saja anggaran yang direfocusing dan kegiatan apa saja yang anggarannya digunakan untuk penanganan Covid-19. Skenario dan skema bagaimana yang akan digunakan dengan anggaran refocusing itu juga kami belum mengetahui detailnya, karena di pertemuan sebelumnya, TAPA hanya menjelaskan total anggarannya saja, sedangkan rincian serta skema penanganannya tidak dijelaskan,” ungkap politisi Partai Aceh ini.

Yang menjadi konsen DPRA meminta rincian anggaran tersebut, Dahlan menjelaskan, untuk mengetahui apakan anggaran yang direfocusing tersebut proporsional di setiap Satuan Kerja Perangkat Aceh atau adil dalam pemotongan anggarannya. Selain itu, kata dia, DPRA juga ingin mengetahui apakah refocusing tersebut memenuhi aspek-aspek prioritas pembangunan yang sudah dirumuskan dalam dokumen perencanaan pembangunan Aceh.

”Selain itu apakah refocusing APBA ini memenuhi regulasi yang ada? Misalnya untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan tetap diutamakan. Pilihan-pilihan anggaran yang harus dihilangkan itu apakah memenuhi ketiga aspek tersebut? Ini lah yang ingin kami ketahui, sesuai kewenangan DPRA yang memiliki tugas pengawasan,” ujarnya.

Dahlan juga menjelaskan, penggunaan anggaran refocusing Rp1,7 triliun tersebut juga memiliki ketentuan, di mana peruntukannya hanya untuk tiga hal, yaitu untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak sosial ekonomi, dan jaring pengaman sosial.

“Sampai hari ini, anggaran Rp1,7 triliun itu belum digunakan untuk ketiga hal tersebut. Kami juga belum mendapatkan skenario dan skema penanganannya untuk ketiga hal tersebut,” jelasnya.

“Rapat sebelumnya bulan puasa dengan TAPA bertujuan untuk mempercepat penyusunan skema tersebut, namun sampai sekarang belum ada. Seharusnya harus sudah selesai, jangan berlarut-larut,” tegas Dahlan.

DPRA meminta penyusunan dan skema penanganan Covid-19 di Aceh dibahas bersama, Dahlan juga menjelaskan, karena anggaran refocusing untuk Covid-19 itu bersifat BTT.

“Jadi harus dibahas bersama agar lebih transparan, karena yang BTT sebelumnya juga banyak persoalan, khususnya dalam penanganan dampak sosial” ungkap Dahlan.

Dalam waktu dekat, kata Dahlan, DPRA akan kembali memanggil TAPA dan menggelar pertemuan lanjutan untuk membahas anggaran refocusing dan skema penanganan Covid-19 di Aceh.

“Mungkin minggu-minggu depan kami gelar kembali pertemuan lanjutannya, sambil kami mengikuti perkembangan Covid-19 saat ini, karena skema new normal juga kami belum tahu bagaimana yang akan diterapkan pemerintah,” tegas Dahlan. []

Komentar

Loading...