Anggota DPRA Desak Pemerintah Aceh Kembalikan Anggaran Dayah yang Dialihkan untuk Covid-19

Anggota DPRA Fraksi PNA, Tgk Haidar. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Haidar mendesak Pemerintah Aceh segera mengembalikan anggaran dayah yang telah dialihkan untuk Covid-19 di Aceh, yang diperkirakan mencapai Rp205 miliar.

“Jumlah tersebut jangan berkurang sepeser pun,” kata Tu Haidar—panggilan akrab Tgk Haidar dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (3/5/2020).

Menurut politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu, ada pertimbangan mengapa perlunya pengembalian dana dimaksud. Sebab, ujar dia, dayah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang paling terdampak dan sangat rentan akibat virus corona. Namun penanganan pencegahan wabah untuk dayah tidak ada.

“Saya merasa aneh dengan pengalihan dana untuk dayah ini. Sementara dayah sendiri berdampak tak mendapatkan penanganan pada Covid-19 ini,” kata Tu Haidar.

Dia pun dengan tegas meminta meminta Pemerintah Aceh agar dapat mencari pos anggaran di tempat lain yang lebih besar, untuk penanganan Covid-19.

“Tak mesti memangkas anggaran untuk dayah-dayah di Aceh,” katanya.

Dia menegaskan, pengembalian anggaran dayah tersebut merupakan hal yang harus dilakukan Pemerintah Aceh saat ini.

“Supaya nanti jangan sampai ada di benak rakyat Aceh, pemerintah tidak serius mendukung pendidikan dayah dan cuma sibuk dengan nomenklaturnya saja,” ungkapnya.

“Perlu diingat, setiap APBA adalah milik rakyat Aceh. Untuk penggunaannya tentu bagaimana kemauan rakyat Aceh, bukan sesuka penguasa. Bicara penanganan Covid-19 masih cukup banyak pos-pos anggaran lain yang lebih besar, bahkan mubazir yang bisa dialihkan ke penanganan Covid-19,” tambah Tgk Haidar.

Sekarang ini, menurut Tgk Haidar, penyaluran dana Covid-19 yang anggarannya cukup besar, yaitu Rp 1,7 triliun.

“Anggara itu semua merupakan uang rakyat. Karena itu, penyalurannya harus benar-benar tepat sasaran dan jangan ada kebocoran,” imbuhnya.

Dia berharap pihak hukum baik KPK, Jaksa, Polisi, LSM, dan masyarakat, untuk sama-sama mengawal pengalokasian anggaran penanganan Covid-19.

“Dengan harapan, anggaran penanganan Covid-19 dapat sesuai harapan kita semua,” kata Putra Abu Tumin Blang Bladeh yang juga Alumni Dayah Darul Muarrif Lam Ateuk, Aceh Besar. []

Komentar

Loading...