Bertambah Satu, Positif Covid-19 di Aceh Jadi 80 Kasus

Petugas medis RSUDZA Banda Aceh yang berada di ruang isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU) untuk pasien Covid-19 mengenakan pakaian khusus atau alat pelindung diri, Kamis (19/3/2020). [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota, per tanggal 30 Juni 2020, pukul 18.00 WIB.

SAG melaporkan, dengan bertambahnya satu kasus baru, jumlah kasus Covid-19 di Aceh secara akumulatif menjadi 80 kasus, yakni sebanyak 51 orang masih dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan dan tiga orang meninggal dunia.

“Kasus Covid-19 yang meninggal dunia di Aceh sebanyak tiga orang, yakni pada 23 Maret, 17 Juni 2020 lalu, dan pada 29 Juni, tadi malam. Sementara itu, 26 pasien telah dinyatakan sembuh dan bebas dari virus corona,” kata SAG, Selasa (30/6/2020).

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh tidak ada penambahan, masih 2.295 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.221 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 74 orang masih dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata SAG, bertambah dua kasus. Secara akumulatif menjadi 125 orang.

“Dari jumlah itu, lima pasien berstatus PDP masih dalam penanganan tim medis, 119 telah sehat, dan satu orang lainnya telah meninggal dunia 26 Maret 2020 lalu,” ungkapnya.

Menurut SAG, virus corona telah menginfeksi segala usia di Aceh, yakni kalangan rang tua, remaja, balita, hingga bayi. Bahkan, tenaga medis pun tak luput dari serangan virus tersebut.

“Karena itu mari lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan panik tapi tetaplah waspada,”pungkas SAG. []

Komentar

Loading...