Curanmor, Pemerkosaan dan Narkoba Dominasi Kasus Kriminal di Banda Aceh Pada 2020

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, saat menggelar konferensi pers akhir tahun penyampaian laporan penanganan kasus di Banda Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, mengatakan sepanjang tahun 2020 Polresta Banda Aceh menangani 1.382 kasus kriminal. Angkat tersebut menurun dari kasus yang ditangani tahun sebelumnya yakni berjumlah 1537 kasus kriminal atau menurun 10.08 persen.

“Sejak Januari hingga Desember 2020 ini, kasus yang menonjol di wilayah kota Banda Aceh adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pemerkosaan serta penyalahgunaan narkoba”, kata Kombes Pol Trisno Riyanto saat konferensi pers akhir tahun Polresta Banda Aceh di Mapolresta Banda Aceh, Senin (28/12/2019).

Sementara itu, Kapolresta menjelaskan, penyelesaian perkara yang dilakukan Polresta Banda Aceh naik menjadi 17.69 persen, dari tahun 2019 sebanyak 839 kasus dan tahun 2020 sebanyak 1051 kasus. Kemudian kecenderungan terkena tindak pidana turun sebanyak 10 persen dari tahun 2019 berjumlah 320 jiwa dan tahun 2020 jumlah 288 jiwa.

Kemudian, Kombes Pol Trisno juga menjelaskan, data kriminalitas menonjol untuk kasus pembunuhan di tahun 2019 sebanyak 3 kasus, namun terselesaikan keseluuhannya dibandingkan tahun 2020 tanpa kejadian pembunuhan yang berarti atau turun 100 persen.

“Hampir keseluruhan kasus menurun, kecuali pengrusakan naik 56 persen dan pemerkosaan meningkat 500 persen dengan perbandingan satu kasus di tahun 2019 menjadi enam kasus pada tahun 2020,” ungkap Trisno.

"Yang menonjol selama ini Curanmor sebanyak 148 kasus, pencurian pemberatan 84 kasus, pencurian kekerasan 18 kasus, penganiayaan berat tiga kasus, pembakaran satu kasus, korupsi dua kasus, pemerkosaan enam kasus, penipuan 164 kasus, penggelapan 130 kasus, penganiayaan terhadap anak delapan kasus, persetubuhan terhadap anak dibawah umur 11 kasus, pencabulan terhadap anak dibawah umur 18 kasus, KDRT 24 Kasus dan penculikan sebanyak satu kasus," paparnya.

Sementara itu, lanjut Kapolresta, para tersangka yang berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh selama tahun 2020 sebanyak 124 tersangka.

Sementara di bidang penyalahgunaan narkoba, Polresta Banda Aceh mengakui adanya penurunan jumlah kasus meski tak signifikan. Tahun 2019 lalu, kasus yang ditangani sebanyak 258 kasus dan pada tahun 2020 Polresta Banda Aceh menangani 171 kasus, dimana terjadi penurunan sebanyak 87 kasus.

"Ada 295 orang tersangka yang terdiri dari 285 pria dan 11 orang wanita, untuk barang bukti yang diamankan ada 22.114,03 gram ganja kering serta 4.571,91 gram sabu," kata Kapolresta.

Selain itu untuk lalu lintas, Kombes Pol Trisno juga menjelaskan, jumlah angka kecelakaan yang terjadi di kota Banda Aceh meningkat tahun ini jika dibandingkan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, hanya 719 kasus kecelakaan yang terjadi, sementara itu pada tahun ini mencapai 542 kasus kecelakaan lalu lintas.

"Artinya, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kota Banda Aceh menurun 177 kasus atau turun 24.61 persen. Jika tahun kemarin (2019) korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak 48 jiwa, maka di tahun 2020 ini mencapai 37 orang meninggal dunia dan luka ringan sebanyak 743 orang," jelas Trisno.

Untuk pelanggaran lalu lintas, lanjutnya, tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Dimana jumlah pelanggar lalu lintas di Banda Aceh tahun 2019 sebanyak 4.513 pelanggar, sementara tahun 2020 sebanyak 5.195 pelanggar.

“Para pelanggar lalu lintas ini terjaring razia petugas dalam sejumlah operasi yang dilakukan seperti Operasi Keselamatan Seulawah 2020, Operasi Patuh Seulawah 2020, Operasi Ketupat Seulawah 2020 dan Operasi Zebra Seulawah 2020,” ujar Kapolresta.

“Selain operasi, Polantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat seperti mengunjungi sekolah, memasang spanduk imbauan dan lainnya serta mengedepankan teguran saat penindakan pelanggaran lalu lintas,” tambahnya.

Kapolresta berharap agar masyarakat beserta stackeholder terkait dapat bekerjasama dengan pihaknya, sekaligus mengawasi kinerja personelnya untuk membangun citra Polri yang semakin baik hingga dapat bekerja secara profesional, modern dan terpercaya. Untuk kegiatan ke depan dalam pelaksanaan pergantian tahun baru, Kapolresta Banda Aceh berharap untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif yang saat ini sudah aman tentram jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas.

“Saya mengimbau bagi lapisan masyarakat, dalam menyambut tahun baru 2021, perbanyak berdoa dan lakukan hal yang bersifat positif lainnya, warga masyarakat tidak melakukan sweeping pada malam pergantian tahun, dilarang menyalakan petasan atau mercon, tidak ugal-ugalan dalam berkenderaan dan perbanyak zikir dengan mengharapkan Ridha kepada Allah SWT di saat pandemi covid 19 ini,” pungkas Trisno.

Di akhir Konferensi Pers, Trisno Riyanto mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan awak media atas dukungan dan partisipasinya khususnya dalam mendukung program-program Kepolisian menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif. []

Komentar

Loading...