FKPD-BP Tolak Rencana Pemkab Aceh Singkil Lakukan Vaksinasi Covid-19

Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Dayah dan Balai Pengajian (FKPD-BP) Aceh Singkil, Hambalisyah Sinaga. [Foto: Istimewa]

ACEH SINGKIL – Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Dayah dan Balai Pengajian (FKPD-BP) Aceh Singkil, Hambalisyah Sinaga, meminta Pemkab Aceh Singkil untuk tidak terburu-buru melakukan vaksinasi Covid-19.

"Tunggu dulu sampai semuanya sudah tidak ada lagi menjadi masalah. Jelas dulu kandungan yang ada di vaksin, serta kehalalannya. Jangan untuk uji coba, manusia itu bukan kelinci untuk diuji coba," kata Hambalisyah kepada acehonline.co, Minggu (10/1/2021), menanggapi pemberitaan Pemkab Aceh Singkil akan melakukan vaksinasi terhadap 32,742 jiwa penduduk Aceh Singkil.

Hambali juga berharap, pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak. Sebab, kata dia, masyarakat Aceh memiliki kekhususan dan keistimewaan.

“Kami juga menyesalkan sasaran penyuntikan tahap pertama itu dilakukan kepada tim medis. Kalau terjadi nanti sesuatu bagaimana? siapa yang mengurus masyarakat ketika ada orang sakit kelak," terangnya.

Dia juga meminta, agar pemerintah jangan terkesan ada unsur dipaksakan dalam menyuntik vaksin sinovac yang berasal dari China tersebut.

"Harus dipikirkan dahulu lebih mendalam, jangan tergesa-gesa. Apa lagi di media banyak pro dan kontra terkait vaksinasi, sebab vaksin sinovac belum ada jaminan keamanan dan kehalalannya untuk tubuh kita," imbuh Hambalisyah

Hambalisyah juga mengatakan, dirinya mendapatkan informasi bahwa vaksin Naitim Sinovak itu belum boleh disuntikkan pada masyarakat, karena belum mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin Corona Covid-19.

"Apa lagi belum mengatongi izin, penyuntikan boleh katanya dilakukan jika mendapat EUA. Kalau Pemkab tetap memaksakan, kami dari FKPD- PD akan menolak dengan tegas penyuntikan vaksin tesebut," tegas Hambalisyah Sinaga.

Sementara itu sejumlah pejabat Pemkab Aceh Singkil yang terlibat dalam Satgas Covid-19 Aceh Singkil ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut belum memberikan tanggapan. []

Komentar

Loading...