Ganggu Tadarus dan Sahur, Ratusan Pembalap Liar di Banda Aceh Dibubarkan Polisi

Personel Sabhara Polresta Banda Aceh membubarkan balap liar yang mengganggu ketentraman masyarakat saat tadarus dan sahur. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Sekitar 300 pembalap liar dibubarkan Polisi di kawasan jalan pelabuhan Ulee Lheue dan Batoh, Banda Aceh, Sabtu (25/4/2020). Pembubaran tersebut dilakukan karena dianggap mengganggu ketentraman warga saat tadarus dan sahur di bulan suci Ramadhan.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Sabhara Kompol Yusuf Hariadi mengatakan aksi yang dilakukan pembalap liar tersebut sudah sangat meresahkan dan butuh tenaga personel untuk membubarkannya.
“Kegiatan yang dilakukan oleh para remaja ini sudah sangat meresahkan warga sekitar area yang mereka lakukan aksi balap liar, terutama di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh dan juga lingkungan warga lainnya,” ujar Kasat Sabhara.

Menurutnya, menjelang subuh pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada aksi balap liar sekitar 250 hingga 300 unit kenderaan roda dua di kawasan Batoh, Banda Aceh. Atas laporan itu, personel Patroli Kota Polresta Banda Aceh langsung membubarkan kegiatan yang meresahkan tersebut.

"Selain itu, partisipasi warga setempat sangat kami harapkan untuk mendukung kegiatan Polri dalam menjaga harkamtibmas yang salah satunya membubarkan aksi balap liar, di mana saat ini masa pandemi covid-19 masih ada kegiatan seperti itu yang sudah jelas tidak mematuhi seruan dari Forkopimda," sebutnya.

Dia juga menambahkan, di saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah puasa melawan hawa nafsu dan juga dalam kondisi Pandemi Covid 19, perlu kontrol dari orang tua terhadap anaknya dalam kegiatan keseharian. Apabila belum memiliki SIM, maka kewajiban orang tua untuk melarang mereka sebelum dilakukan penindakan oleh pihak kepolisian di lapangan.

"Ke depan kami akan mengambil tindakan terhadap pengendara sepeda motor tersebut dan juga akan kami lakukan penilangan serta teguran bagi orang tuanya sehingga sadar perbuatan yang dilakukan oleh sang anak," tegas Yusuf Hariadi. []

Komentar

Loading...