Gerayangi Tubuh Tetangga Saat Tidur, Pria di Banda Aceh Diringkus Polisi

HM (40 tahun) pria asal Kecamatan Kutaraja Banda Aceh diringkus Polisi, karena melakukan perbuatan pelecehan terhadap tetangganya. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - HM (40 tahun) pria asal Kecamatan Kutaraja Banda Aceh diringkus Polisi. Pasalnya, HM telah melakukan perbuatan pelecehan terhadap tetangganya sendiri, SU (41 tahun), dengan cara menggerayangi tubuh korban saat tidur.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, didampingi oleh Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani, dalam keterangan yang diterima acehonline.co, Senin malam (18/5/2020), mengatakan kejadian yang menimpa SU terjadi pada saat dia sedang tertidur di kamarnya.

“Kejadian ini menimpa korban pada hari Senin (20/4/2020) sekitar jam 03.00 WIB dini hari di rumah Korban,” ujarnya.

Menurutnya, ketika korban sedang tidur tiba-tiba HM langsung masuk ke rumah dan menuju ke kamar, serta melakukan pelecehan terhadap korban dengan cara meraba-raba tubuh korban. Kemudian korban terbangun dari tidurnya dan mengejar pelaku yang sudah berada di ruang tamu dalam posisi tidak menggunakan busana. Namun, pelaku berhasil melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban.

"Karena korban takut dianiya oleh pelaku, korban berteriak meminta bantuan tetangga, t pelaku telah melarikan diri. Akan tetapi korban sudah mengenali pelaku yang merupakan tetangga korban," tutur Taufiq.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan ke Polresta Banda Aceh sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/194/IV/YAN.2.5/2020/SPKT tanggal 20 April 2020 guna dilakukan tindakan lebih lanjut.

"Berdasarkan LPB yang dilaporkan oleh korban, kami membentuk tim untuk mengungkap keberadaan pelaku dengan melengkapi mindik sesuai dengan prosedur hukum," kata Taufiq.

Dia juga menambahkan, keberadaan pelaku akhirnya tercium oleh personel PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh dan Kanit PPA beserta personel langsung menangkap HM pada Jumat (15/5/2020) di kawasan Komplek Budha Suchi , gampong Panteriek, Banda Aceh.

Pelaku dijerat dengan Pasal 46 Qanun Nomor 6 tahun 2014, setiap orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah pelecehan seksual, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 45 kali atau denda paling banyak 450 gram emas murni atau penjara paling lama 45 (empat puluh lima) bulan. []

Komentar

Loading...