Hakim Vonis Bebas Anggota DPRK Aceh Timur dari Kasus Narkoba, JPU Ajukan Kasasi

Ilustrasi pengadilan. [Foto: Istimewa]

IDI - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Idi Aceh Timur, memvonis bebas Syahrul Agani, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait kasus narkoba yang menjeratnya.

Putusan dibacakan pada Kamis (2/7/2020) di PN Idi, Aceh Timur, dengan agenda sidang putusan perkara tindak pidana narkotika jenis shabu yang berlangsung secara video conference (vicon).

Sidang itu dipimpin oleh Apri Yanti, SH.MH (Hakim Ketua), didampingi Khalid SH dan Irwandi SH (Hakim Anggota).

Sementara terdakwa didampinggi oleh empat kuasa hukum, yakni Muslim A Gani SH, Dian Yuliani SH, dan Misra Purnamawati SH serta Muhammad Iqbal SH.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur, yakni Edi Suhadi, Fajar Adi Putra dan Muliana, menuntut Syahrul dengan hukuman sembilan tahun penjara dan denda Rp1 miliar rupiah atau subsidair enam bulan kurungan.

Terdakwa dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui pada Rabu, 23 Oktober 2019 lalu, personil Satresnarkoba Polres Aceh Timur menghentikan 1 (satu) unit mobil yang dikemudikan Syahrul, di kawasan komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, Desa Titi Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Saat digeledah, Polisi menjatuhkan satu paket kacil sabu dari jaket yang dikenakan Syahrul. Diduga sabu tersebut sisa pakai. Namun saat itu, tersangka membantah dan tidak mengakui kepemilikan barang haram tersebut.

Polisi melanjutkan penggeledahan dan menemukan satu bungkusan plastik kecil berisi sabu seberat 3,08 gram yang terbalut dengan tisu dan dilakban di bawah kursi sopir.

Saat ditanya petugas, Syahrul menjawab tidak mengetahui pemilik sabu tersebut. Meski demikian, dia ditahan oleh personel Polres Aceh Timur untuk pengusutan lebih lanjut.

Selanjutnya, Kuasa hukum sekaligus kakak kandung terdakwa, Muslim A Gani, SH mengajukan nota pembelaan (pledoi) kepada majelis hakim, karena merasa adiknya itu dijebak.

"Adik saya itu telah dijebak, karena sebelum ditangkap, mobilnya dipinjam oleh orang lain," katanya waktu itu kepada wartawan.

"Kami tau betul dia tidak pernah menggunakan atau menjual narkoba, terbukti dari hasil test urinnya negative," jelasnya.

Atas putusan bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI atas putusan PN Idi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas kepada wartawan pada Jumat (3/7/2020).

"Tim JPU pasti melakukan kasasi ke MA terhadap putusan tersebut,” katanya.

Setelah dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim, sambung Abun, JPU diberikan waktu untuk menyatakan kasasi selama 14 hari setelah putusan dibacakan. Serta 14 hari lagi untuk membuat memori kasasi setelah JPU menyatakan kasasi.

“Pastinya JPU kasasi," pungkasnya. []

Komentar

Loading...