Hilang dari Daftar Penerima PKH, Warga Sawang Datangi Kantor Dinas Sosial Aceh Utara

Warga Sawang mendatangi Kantor Dinas Sosial Aceh Utara mempertanyakan nama mereka hilang dari daftar bantuan Program Keluaraga Harapan (PKH). [Foto: AcehOnline/Jefry]

ACEH UTARA - Sejumlah warga perwakilan dari beberapa gampong (desa) di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, mendatangi Kantor Dinas Sosial setempat, Senin (27/7/2020). Kedatangan masyarakat ini ingin mendapatkan kejelasan terkait bantuan Program Keluaraga Harapan (PKH).

Kehadiran masyarakat ke kantor Dinas Sosial diterima oleh Kasi Perlindungan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial, Hasballah, Koordinator PKH Aceh Utara, Amru, beserta beberapa staf lainnya. Pertemuan antara pihak dinas dan masyarakat berlangsung di gedung mushalla kantor dimaksud.

Salah seorang warga, Nuraini A Rahman, mengatakan dia bersama masyarakat gampong lainnya mendatangi dinas tersebut karena ingin mengadukan perihal nama mereka hilang dari daftar penerima bantuan sosial bersyarat bagi keluarga miskin dari Pemerintah Pusat tersebut.

"Kami ingin mendapatkan kejelasan mengapa nama kami dihapus dari daftar penerima. Padahal, kami masih membutuhkan bantuan itu. Anak-anak masih sekolah dan masih tergolong keluarga kurang mampu," ujar salah seorang warga.

Selain itu, dalam penyaluran bantuan PKH di wilayah tersebut diduga terjadi pemotongan dana sebesar 10 persen oleh oknum petugas yang dikutip dari tiap masing-masing penerima. Ironisnya, hal itu sudah terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Setelah kami menerima dana itu, ada orang yang ditunjuk oleh oknum petugas PKH kecamatan mengutip uang itu dengan mendatangi rumah masing- masing penerima. Jumlahnya bervariasi, tergantung berapa jumlah dana bantuan yang masuk ke rekening kami," jelasnya.

Masyarakat beberapa gampong di kecamatan pedalaman itu berharap, pihak Pemerintah melalui Dinas Sosial Aceh Utara supaya dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kami sangat berharap, bantuan itu dapat kami terima kembali dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang bermain di tingkat kecamatan," pintanya.

Sementara itu, Koordinator PKH Aceh Utara, Amru, dalam pertemuan itu menjelaskan, pihaknya menampung apapun yang menjadi keluhan masyarakat, termasuk menginput kembali nama penerima bantuan PKH ke dalam sistem e-PKH. Akan tetapi, keputusan agar masyarakat wilayah ini mendapatkan kembali bantuan yang telah terhenti tiga tahun itu bukan di pihaknya, melainkan dari Pemerintah Pusat.

"Kami hanya sebatas mendata dan memasukkan kembali nama-nama masyarakat yang sempat terhenti dalam program PKH, nanti akan diinput ke dalam sistem e-PKH pusat. Begitupun dengan laporan lain dari masyarakat, akan kami teruskan kepada atasan dalam hal ini kepala dinas," pungkas Amru. []

Komentar

Loading...