Isak Tangis Keluarga Pecah Saat Menyambut Kepulangan Nelayan Aceh dari Thailand

Keluarga menyambut kepulangan nelayan Aceh Timur, Rabu Pagi (7/10/2020) di Pendopo Bupati Aceh Timur. 51 Nelayan Aceh sebelumnya ditangkap otoritas Thailand beberapa waktu lalu. [Foto: AcehOnline/Zulkifli]

IDI - Isak tangis pecah saat keluarga menyambut kepulangan 51 nelayan asal Aceh yang dideportasi dari Thailand, Rabu (7/10/2020). Keluarga para melayan merasa haru karena mereka telah lama terpisahkan.

Pantauan acehonline.co, pihak keluarga telah menunggu kepulangan anak dan suami mereka. Saat tiba di halaman pendopo Idi, Aceh Timur, Rabu pagi (7/10/2020), sontak mereka memeluk dan mencium keluarganya ambil menagis sebagai ekspresi kebahagiaan atas lepulangan ke-51 nelayan tersebut yang mendapat pengampunan dari raja Thailand.

"Setelah sembilan bulan ditahan, saya sangat bahagia bisa melihat anak saya kembali karna saya selalu berdoa supaya anak saya cepat bebas," kata Jamaliah ibu salah satu dari 51 nelayan itu.

Dia juga berharap hal serupa tidak terulang lagi dan dijadikan pengalaman hidup.

Dari 51 Nelayan Aceh yang dideportasi dari Thailand itu 42 diantaranya berasal dari Kabupaten Aceh Timur, 4 asal Aceh Utara, 2 orang asal Aceh Tamiang, 2 orang asal Pidie Jaya dan satu orang asal Kota Lhok Seumawe.

Mereka merupakan Anak Buah Kapal (ABK) serta para Kapten atau Tekong KM. Perkasa Mahera, KM Voltus dan KM. Tuah Sultan yang ditangkap dan ditahan pihak otiritas Thailand sejak Februari dan Maret 2020 lalu, atas tuduhan illegal fishing.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib, yang menerima langsung kepulangan warganya itu mengingatkan, agar para nelayan tersebut mengisolasi mandiri di rumah masing-masing, guna menghindari penyebaran Covid-19.

"Meskipun mereka telah menjalani pemeriksaan swab dan hasilnya semua dinyatakan negatif tetapi mereka tetap harus menjalani isolasi selama 14 terhitung sejak tiba guna mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19 di daerah ini," kata Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky disela-sela penyambutan ke-42 nelayan di Pendopo Idi, Rabu pagi.

"Kepada tim gugus tugas penanganan COVID-19 Aceh Timur saya minta juga untuk selalu memantau kodisi mereka," sambung Rocky.

Selain itu, Pemerintah Aceh Timur juga menyantuni para nelayan asal Aceh Timur itu berupa uang tunai senilai Rp5 juta plus bingkisan.

"Semoga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, minimal terbantu selama pandemi COVID-19," kata Rocky. []

Komentar

Loading...