Jubir Covid-19 Aceh: ODP Hanya Bertambah 22 Kasus

Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Juru Bicara Pemerintah Aceh yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani menyampaikan kondisi terkini percepatan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota, Rabu (15/4/2020). Saat ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 1.433 kasus.

“Ada penambahan 22 kasus dibandingkan dengan kemarin, 1.411 kasus. Dari 1.433 jumlah ODP, sebanyak 1.181 orang telah selesai menjalani proses pemantauan, 252 masih dalam pemantauan petugas kesehatan,” kata pria yang akrab disapa SAG ini dalam keterangan tertulisnya kepada acehonline.co, Rabu malam.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), SAG mengatakan sat ini tidak bertambah, di mana masih 58 kasus. Empat orang di antaranya sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di provinsi maupun kabupaten/kota se Aceh, 53 orang telah dinyatakan sehat serta dizinkan pulang dan satu orang meninggal dunia.

"Sama seperti kemarin, angka Positif Covid-19 di Aceh saat ini juga nol. Sebelumnya sempat tercatat lima orang. Empat telah sembuh, satu meninggal dunia,” jelas SAG .

Data Covid-19 Aceh hingga Rabu, 15 April 2020. [Sumber: Dinkes Aceh]
Forkopimda Aceh Sepakat Lindungi Masyarakat dari Covid-19

Dalam keterangannya SAG juga menyampaikan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh bersepakat menerapkan Protokol Kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona, penyebab penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), di kalangan  masyarakat Aceh, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri mendatang.

“Kesepatan tersebut tergambarkan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Aceh dan Forkopimda kabupaten/kota se-Aceh melalui video cofrence, di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu siang tadi,” jelas SAG.

Rapat Koordinasi itu dipimpin Ketua Forkopimda Aceh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan tersambung secara audio visual dengan Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Irdam, Pangdam Islandar Muda yang diwakili oleh Kasdam Brigjen TNI A. Daniel Chardin, serta Plt Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali  dan sejumlah bupati/wali kota.

“Protokol Kesehatan untuk pencegahan Covid-19 di Aceh, meliputi kerja sama lintas pihak untuk memperketat pemeriksaan di jalur masuk ke Aceh, dengan harapan tidak ada orang ke luar-masuk Aceh untuk sementara waktu. Peserta Rakor Covid-19 itu juga sepakat menerapkan pola jarak fisik antarsesama (physical distancing) dan tidak berkumpul (social distancing),” ungkap SAG.

Plt Gubernur Nova Iriansyah, SAG menambahkan, juga telah mengeluarkan Intruksi Gubernur Aceh tentang sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat dan aparatur sipil negara agar tidak mudik guna menghindari Covid-19.

“Intruksi Gubernur Aceh itu ditujukan kepada para bupati/wali kota se-Aceh,” imbuh SAG. []

Komentar

Loading...