Kapolres Aceh Timur Akan Tindak Oknum Polisi yang Pukul Penderita Gangguan Jiwa

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, S.I.K, M.H [Foto: Istimewa]

IDI - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, mengatakan tidak akan mentolelir tindakan anggotanya yang menyimpang dari disiplin dan etika Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Hal itu disampaikan Kapolres, menyikapi pasca beredarnya video dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh dua anggota Polsek Nurussalam terhadap seorang pengidap gangguan jiwa, pada Sabtu, (23/5/2020).

Kapolres menyebutkan, kejadian itu bermula saat Brigadir R bersama Brigadir E sedang melaksanakan tugas terkait himbauan kepada warga untuk tidak melakukan mudik, sekaligus melakukan pemasangan spanduk imbauan tersebut di wilayah Gampong Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

"Peristiwa yang terjadi wilayah Gampong tersebut, bermula disaat petugas melalukan sosialisasi yang sekaligus pemasangan spanduk, tiba-tiba ada seorang warga yang bernama Ramlan (Mengalami gangguan jiwa) membentak sambil memarahi pihak Brigadir R dan Brigadir E dengan berkata Mana duit saya dan tekenan, nanti saya pukul, tidak takut kamu polisi'," ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro dalam keterangan tertulisnya, Minggu dinihari (24/5/2020).

Baca juga: Oknum Polisi di Aceh Timur Diduga Pukul Penderita Gangguan Jiwa

Setelah itu, sambungnya, kedua anggota Polsek Nurussalam tersebut menghindar, namun dengan tiba tiba Ramlan menarik kerah baju Brigadir E dan hendak memukulnya.

"Melihat kejadian itu spontan Brigadir R menyerang Ramlan dan terjadilah pergumulan yang mengkibatkan beberapa luka pada tubuh Ramlan. Ujarnya.

Tindakan itu, kata Kapolres, secara tegas tidak dibenarkan. Dia berjanji akan menindak sesuai dengan undang undang disipilin Polri.

"Kami juga akan membantu pengobatan Ramlan sampai sembuh, juga akan memberikan bantuan (Tali asih-red) kepada Ramlan." Pungkasnya. []

Komentar

Loading...