Kasus Pembacokan di Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe Minta Keluarga Korban Tak Balas Dendam

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto mengunjungi korban pembacokan di Aceh Utara. [Foto: Istimewa]

LHOKSEUMAWE - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lhoksumawe akan menangani kasus pembacokan terhadap warga oleh salah satu oknum Keuchik di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara secara profesional dan meminta keluarga korban menahan diri dan tidak balas dendam.

Hal itu dikatakan Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, melalui Kasubag Humas Salman Alfarasi, Senin (31/8/2020).

Menurutnya, terduga pelaku YD (43) yang juga oknum Keuchik Gampong Pulo Kito sudah menyerahkan diri ke Polsek Meurah Mulia dan selanjutnya dibawa ke Polres Lhokseumawe untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Dalam kasus ini, Polres Lhokseumawe sudah mengamankan terduga pelaku. Polres Lhokseumawe akan melakukan penanganan kasus tersebut secara profesional dan kami meminta agar keluarga korban dan rekannya tidak melakukan tindakan balas dendam," ujar Salman.

Salman juga menambahkan, Kapolres Lhokseumawe bersama Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto mengunjungi korban pembacokan yang masih dalam perawatan tim medis Rumah sakit Arun Lhokseumawe, Senin pagi (31/8). Kunjungan ini merupakan dukungan moril terhadap korban dengan harapan korban dapat segera sembuh dan beraktivitas kembali di lingkungan masyarakat.

"Korban masih dalam perawatan tim medis RS Arun (sebelumnya ditangani di IGD RSUD Cut Meutia) dan kondisinya korban saat ini mulai membaik. Percayakan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini,” pungkas Salman Alfarasi.

Seperti diketahui, Zulkarnaini (33) warga Gampong Pulo Kito menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh oknum keuchik setempat pada Sabtu malam (28/8/2020) sekitar pukul 19.30 Wib di kawasan Gampong Ujong Reuba, masih kecamatan yang sama.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka serius di kedua tangannya karena menangkis serangan dari pelaku yang menggunakan senjata tajam jenis parang. Kemudian korban dilarikan ke rumah sakit oleh warga lain guna mendapatkan pertolongan medis. []

Komentar

Loading...