Keluarga Tak Boleh Lagi Besuk Pasien di RSUDZA

Surat Edaran RSUDZA Banda Aceh tentang larangan berkunjung bagi keluarga pasien rawat inap. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEHPeraturan terbaru dikeluarkan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Mulai Rabu (1/3/2020), keluarga dan tamu tak diperbolehkan lagi menjenguk pasien di rumah sakit dimaksud. Hanya satu orang keluarga pasien yang bestatus penunggu yang dibenarkan berada di ruang perawatan.

 

Aturan ini dikeluarkan melalui Surat Edaran Nomor 443.1/03996/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang larangan berkunjung bagi keluarga pasien rawat inap sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 pada RS Zainoel Abidin, yang ditandatangani oleh Direktur RSUDZA, dr Azharuddin.

 

Pelarangan itu menindaklanjuti Edaran Plt Gubrenur Aceh Nomor 440/4820 tanggal 12 Maret 2020 dan edaran Sekda Aceh Nomor 800/4990 tanggal 16 Maret 2020 perihal Aktivitas ASN untuk kesiagaan dan pencegahan penyebaran Covid-19, serta memperhatikan hasil evaluasi implementasi surat edaran Direktur RSUDZA nomor 443.1/03631/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang pembatasan pengunjung pasien sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 pada RSUDZA.

 

Pada surat dimaksud ditegaskan, manajemen RSUZA meniadakan jam besuk pasien, sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Melarang keluarga pasien/pengunjung untuk melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk sementara waktu, kecuali penunggu/pendamping pasien yang telah mendapatkan izin dari Case Manager (sebagai perpanjangan tangan manajemen rumah sakit,” demikian isi surat itu.

 

Sementara bagi pendamping pasien di ruang rawat inap dan Instalasi Gawat darurat (IGD), hanya dibolehkan satu orang dengan menggunakan badge penunggu. Akan tetapi, pendamping pasien harus dalam kondisi sehat dan wajib cuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke area rumah sakit.

 

Selain itu, pada surat edaran dimaksud juga ditegaskan, anak-anak di bawah 12 tahun tidak diperkenankan berada di area rumah sakit.

 

Untuk mengamankan kebijakan ini, manajemen RSUDZA juga memberikan kewenangan kepada Satuan Pengamanan (Satpam) menjalankan penertiban sebagaimana kebijakan yang telah ditetapkan tersebut.

 

“Mengingat pentingnya upaya pencegahan Covid-19, diimbau kepada semua pihak untuk dapat menjalankan edaran ini sebagaimana mestinya,” demikian penegasan akhir surat edaran itu.

 

Menderas kabar, informasi tersebut sudah disosialisasikan kepada pasien dan keluarganya, setelah Edaran tersebut ditandatangani Azharuddin.

 

Sebegaimana diketahui, RSUDZA merupakan rumah sakit rujukan Pasien Dalam pengawasan (PDP) terduga terpapar Covid -19. Hingga tadi malam, sudah lima warga Aceh positif Covid-19, dirawat di RSUDZA. Satu di antaranya berinisial AA meninggal dalam perawatan di ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU).

 

Sebelum edaran ini dikeluarkan, banyak keluarga yang masih membesuk pasien di ruang rawat inap RSUDZA. Bahkan, pendamping pasien pun lebih dari satu orang. Padahal, sangat berbahaya bagi keluarga pasien lantaran RSUZA merupakan rumah sakit rujukan pasien PDP Covid-19.[]

 

Komentar

Loading...