Kepala SLB Bireuen Laporkan Sejumlah Akun Medsos dan Chanel YouTube ke Polisi

Kepala SLB Bireuen saat membuat laporan ke polisi terkait kasus pencemaran nama baik. [Foto: Istimewa]

ACEH UTARA - Istiarsyah (35) melaporkan sejumlah akun media sosial (medsos) dan Chanel YouTube ke Polres Aceh Utara atas pencemaran nama baik dirinya dan keluarga dalam video yang telah tersebar di dunia maya, Senin (3/8/2020).

Istiarsyah yang juga kepala di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Bireuen itu mendatangi Mapolres Aceh Utara didampingi oleh kuasa hukumnya Muhammad Ari Saputra.

"Saya sudah membuat laporan atas pencemaran nama baik saya melalui vidoe di medsos dan Chanel YouTube," ujar Istiarsyah kepada acehonline.co usai membuat laporan polisi tersebut.

Menurutnya, secara pribadi dan keluarga pihaknya merasa dirugikan atas menyebarnya vidoe di beberapa akun medsos dan YouTube. Sebab, dalam video itu dia dituduh mengajari anak dan istrinya mencuri kotak amal di sebuah masjid di Aceh Utara.

Padahal, kata.dia, kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu. Kronologisnya, pada 29 Juli 2020, Istiarsyah bersama istri dan anaknya hendak pulang ke kampung halaman di Sungai Raya, Aceh Timur. Di tengah perjalanan, singgah di sebuah masjid di kawasan Alue Bili, Aceh Utara untuk menunaikan ibadah shalat Zuhur.

Pada saat itu, tambahnya, dia melihat sebuah kotak amal yang sudah rusak berisi sejumlah uang. Lalu, dia dan istri bersepakat memindahkan uang dalam kotak amal rusak itu ke dalam kotak amal yang lain agar lebih aman.

Kemudian, Istiarsyah menyuruh anaknya memindahkan kotak amal yang rusak tersebut ke belakang mimbar supaya jika ada orang yang ingin beramal tidak meletakkan uang ke dalam kotak yang tidak ada lagi pengamannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya tahu ada beberapa kamera CCTV. Karena tidak ada niat buruk, apa yang harus saya takuti. Bahkan, setiap melakukan perjalanan saya dan keluarga sering singgah di masjid itu, karena memang tempatnya nyaman sekali," katanya.

Usai melaksanakan ibadah, Istiarsyah bersama keluarga melanjutkan perjalanan. Sesampainya di rumah, tepatnya pada pukul 23.30 Wib, dia ditelpon oleh seorang teman memberitahukan bahwa rekaman video yang memperlihatkan aktifitasnya di masjid dimaksud pada saat mengambil dan memindahkan kotak amal.

Bak petir di siang bolong, ternyata video itu telah ditonton oleh ribuan orang disertai komentar netizen yang sangat menyayat hati.

"Saya dan keluarga merasa terpukul dan tertekan atas kejadian ini, karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," sebutnya.

Kendati sempat membuat klarifikasi di akun medsos facebook milik pribadinya, namun rekaman video itu telah menyebar luas dan viral di dunia maya.

Karena itu, dia mempolisikan akun Instagram @acehwordtime, Channel Tek Matok (Channel Youtube, Hendra Gunawan(Akun Facebook), syerry quxy (Channel Youtube), Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LPB/107/VII/RES.14/2020/ACEH/RES AUT/SPKT tanggal 03 Agustus 2020. []

Komentar

Loading...