Komisi II DPRA Temukan Seratusan Lebih Alat Mesin Pertanian Menumpuk Tak Disalurkan di UPTD Distanbun Aceh

Alat mesin pertanian menumpuk di UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh di Indrapuri. [Dok. Komisi II DPRA]

BANDA ACEH – Sejumlah anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh yang berada di Indrapuri Aceh Besar, Kamis (16/4/2020). Dalam sidak tersebut, ditemukan seratusan lebih alat mesin pertanian (Alsintan) berbagai jenis menumpuk di UPTD tersebut.

“Kemarin kami mendapatkan informasi dari media bahwa di UPTD Dinas Pertanbun Aceh, banyak terdapat Alsintan menumpuk, sementara di daerah-daerah kabupaten/kota, masyarakat sangat membutuhkan alat tersebut untuk mendukung pekerjaan pertanian dan perkebunan,” kata Anggota Komisi II DPRA, Yahdi Hasan, kepada acehonlne.co, Kamis (16/4/2020).

Atas informasi itu, Yahdi Hasan mengatakan Komisi II DPRA yang membidangi Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup sebagai mitra Pemerintah Aceh yang salah satunya Dinas Pertanian dan Perkebunan langsung merespon dan turun ke lapangan guna mengecek ke UPTD tersebut bersama jajaran Dintanbun Aceh.

“Di sana kami melihat langsung bahwa bayak alat mesin pertanian yang nganggur. Lebih seratus unit berbagai macam jenis Alsintan yang terparkir di UPTD Dinas Pertanbun di Indra puri, Aceh Besar. Pengadaan mesin ini menggunakan APBA 2018 dan APBA-P 2019,” kata Yahdi Hasan.

“Kami sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi, kenapa tidak secepatnya di gunakan atau disalurkan ke masyarakat,” tambah politisi Partai Aceh ini.

Sidak Komisi II DPRA ke UPTD Distanbun Aceh di Indrapuri. [Foto: Istimewa]
Yahdi Hasan menilai, alat mesin pertanian yang berada di UPTD Distanbun Aceh tersebut sebarusnya bisa menjadi penggerak dan mendongkrak Pendapatan Asli Aceh (PAA) dan meningkatnya perekonomian masyarakat jika dimanfaatkan dengan baik.

“Eskekutif dan legislatif Aceh sudah sepakat bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh pada 2020 menyetorkan PAA sebesar Rp2 Miliar. Pengadaan Alsintan ini adalah belanja modal yang Artinya menjadi aset Aceh,” jelas Yahdi Hasan.

Atas temuan itu, Yahdi Hasan mengatakan, Komisi II DPRA mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk segera mencari solusi agar Alsintan tersebut dapat segera disalurkan ke masyarakat, meskipun kini sedang mewabahnya Covid-19.

“Distanbun Aceh sudah berjanji kepada kami akan sesegera mungkin Alsintan ini untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkannya yakni para kelompok pertanian masyarakat,” jelas Yahdi Hasan.

Selain Yahdi Hasan dari Partai Aceh, sidak tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Komisi II DPRA Lainnya yakni Irfan dari PAN, Kartini dari Gerindra, Sulaiman dari Partai Aceh dan Safrizal dari PNA. []

Komentar

Loading...