Korban Pembacokan Oknum Keuchik: Saya Tidak Sempat Melawan

Zulkarnaini, korban pembacokan di Aceh Utara saat dilarikan ke rumah sakit. [Foto: Istimewa]

ACEH UTARA - Zulkarnaini (33) warga Gampong Pulo Kito, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, yang menjadi korban pembacokan oleh oknum keuchik gampong tersebut YD, hanya bisa menangkis dengan kedua tangannya tanpa memilki kesempatan untuk melawan.

Saat ditemui acehonline.co di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cut Meutia Buket Rata pasca peristiwa tersebut, Sabtu malam (29/8/2020), korban menceritakan ketika itu ia keluar dari rumah hendak ke Simpang Rangkaya, Tanah Luas. Saat itu, memang tidak ada sama sekali motor lain yang membuntuti.

Menurutnya, ketika tiba di jalan aspal (jalan Line Pipa) di Gampong Ujong Reuba masih di kecamatan yang sama, dia dibuntuti oleh sebuah sepeda motor. Lalu, Zulkarnaini ditabrak hingga terjatuh.

"Di pertengahan jalan, hidup sebuah motor mengejar saya. Artinya sudah ditunggu. Kemudian saya ditabrak dari samping, lalu saya terjatuh. Begitu saya lihat, parang sudah ada di tangan pelaku," jelasnya.

Karena posisi terjatuh, sambung Zulkarnaini, pelaku menyasar lehernya. Namun ketika senjata tajam itu diayunkan ke arahnya, korban menahan dengan kedua tangan. Sehingga kedua tangannya mengalami luka serius.

"Saya tidak sempat melakukan perlawanan," tuturnya.

Setelah itu, pelaku meninggalkan korban. Dengan berlumuran darah, Zulkarnaini kemudian berteriak meminta tolong. Kemudian dia dibantu warga lainnya dilarikan ke RSUD Cut Meutia untuk mendapatkan penanganan medis. []

Komentar

Loading...