Lakukan Pemerasan dengan Modus Pergoki Istri Selingkuh, Warga Aceh Ini Diciduk Polisi

Warga Aceh yang ditangkap polisi karena diduga memeras dengan modus memergoki istrinya selingkuh. [Foto: Dok. Polresta Banda Aceh]

BANDA ACEH - Dua pelaku pemerasan dan penggelapan dengan modus berpura-pura memergoki istri selingkuh berhasil diciduk tim Sat Reskrim Polresta Banda Aceh di kawasan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2020).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq mengatakan, kedua pelaku tersebut yakni, RR (47) warga Lampaseh Aceh, Banda Aceh dan CM (33) warga Keuramat Luar, Kota Sigli, merupakan suami istri.

"Korban THM warga Banda Aceh dituduh oleh RR telah melakukan mesum dengan CM, karena pada saat tersebut THM dan CM sedang berada di Gues House Simpang Lima, Banda Aceh", ujar Taufiq.

Pada Rabu siang, (4/12/2019), kata dia, korban THM dihubungi oleh CM (isteri siri RR) mengajak untuk chek in di penginapan Gues House Simpang Lima Banda Aceh. Kemudian THM menjemput CM di Desa Lamdom, Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh menggunakan mobil Toyota Sienta warna putih Nopol B 2359 TKX menuju penginapan tersebut.

"Setiba di Gues House, keduanya masuk ke dalam kamar dan tiba - tiba tersangka RR memergoki THM dan CM di dalam kamar, seraya memaksa korban THM untuk memberikan sejumlah uang sebagai catatan damai karena sudah melakukan mesum dengan tersangka CM," ucap kasat.

Sementara itu, lanjut Kasat Reskrim, THM tidak memiliki uang sesuai dengan permintaan tersangka RR, dan THM menyerahkan mobil miliknya kepada kedua tersangka dengan membuatkan satu lembar kwitansi.

Menurutnya, tiga hari kemudian korban THM menjumpai tersangka RR di kawasan Lamdom, Banda Aceh untuk mengambil mobil miliknya tersebut. Diketahui bahwa mobil milik korban THM sudah tidak ada lagi dan sudah dipindah tangankan kepada orang lain dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaan mobil tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M. Taufiq, memerintahkan Unit Pidana Umum (Pidum) dipimpin oleh Kanit Pidum, Ipda M. Hadimas,melakukan penyelidikan keberadaan kedua tersangka, yang akhirnya berhasil ditangkap di Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2020).

"Kedua tersangka pemerasan dan penggelapan tersebut dibidik Pasal 368 Jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun keatas," sebut kasat. []

Komentar

Loading...