Masker dan Cairan Pembersih Tangan Masih Langka di Banda Aceh

Swalayan di Banda Aceh kehabisan stock masker dan cairan pembersih tangan akibat merebaknya virus corona di sejumlah negara. [Foto: Santri Magang AcehOnline/Syifak Maulana]

BANDA ACEH – Kelangkaan masker dan pembersih tangan (hand sanitizer) masih terjadi di Banda Aceh. Masker dan pembersih tangan masih sulit ditemukan di sejumlah apotek maupun tempat perbelanjaan (swalayan).

Penelusuran acehonline.co, Rabu (11/3/2020), di sejumlah toko penyedia masker dan hand sanitizer di Banda Aceh, para pedagang, mengaku kehabisan stock masker dan cairan sanitizer karena diborong pembeli. Masker dan hand sanitizer di Banda Aceh diborong masyarakat karena dianggap dapat mencegah penularan virus corona yang kini telah mewabah di sejumlah negara. Sehingga, permintaan dua barang itu melonjak tinggi dalam beberapa minggu terakhir.

"Masker dan hand sanitizer dan sudah lama tidak ada, semenjak viralnya Corona. Sebelumnya, masker kami jual satuan, tidak satu kotak langsung. Harganya Rp6 ribu per satuannya. Kalau hand sanitizer Rp15 ribu per botol," kata Kasir Alfamart Pocut Baren, Banda Aceh kepada acehonline.co, Rabu (11/3).

Selain itu, kelangkaan serupa juga terjadi di beberapa toko penyedia masker dan cairan pembersih tangan yang berada di sekitar kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

"Masker dan hand sanitizer sudah mulai kosong sejak tersebarnya berita tentang virus corono, yang ada tinggal cuma masker hijab," ujar kasir Indomaret di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Pegawai Indomaret di Banda Aceh saat diwawancarai terkait kelangkaan masker dan cairan pembersih tangan akibat mewabahnya virus corona. [Foto: Santri Magang AcehOnline/Syifak Maulana]
Sementara itu, pegawai di Apotek Kimia Farma 37 dan pramuniaga Manggadua Swayalan, mereka juga mengaku kehabisan stock masker dan hand sanitizer.

“Udah hampir tiga minggu barangnya tidak ada lagi di toko. Kemarin itu ada masuk, tapi langsung habis,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, mengatakan Polda Aceh telah menurunkan tim untuk memantau dugaan penimbunan dan mark-up (kenaikan) harga masker di Aceh. Hal itu menurutnya dilakukan berdasarkan arahan Presiden dan Kapolri terkait kelangkaan masker dalam beberapa hari terakhir setelah dua warga Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

“Kemarin sudah kami turunkan anggota kami di tingkat Polda dari jajaran Ditreskrimsus dan Ditreskrimum, untuk melakukan pemantauan-pemantauan supaya penimbunan dan mark-up harga masker ini jangan sampai terjadi,” kata Irjen Pol Wahyu Widada usai acara silaturrahmi perdana dengan jajaran wartawan di Banda Aceh, Kamis (5/3/2020).

Apotek Kimia Farma di Banda Aceh kehabisan stock masker dan cairan pembersih tangan. [Foto: Santri Magang AcehOnline/Syifak Maulana]
 

Kapolda mengimbau semua pihak di Aceh untuk tidak melakukan tindakan-tindakan negatif yang dapat merugikan dan meresahkan masyarakat akibat wabah virus corona yang sedang melanda dunia tersebut.

“Semua masyarakat sedang membutuhkan masker. Jangan mengail di air yang keruh. Jangan menaikkan harga hanya untuk nilai ekonomi tapi merugikan rakyat banyak. Tolong pikirkan masyarakat, cari untung silahkan, tapi yang wajar-wajar saja,” ungkap Kapolda Aceh.

“Ketika orang butuh memang berlaku hukum ekonomi, di mana ketika suplainya kurang, maka harga akan naik. Tapi kalau ini dimanfaatkan dengan melakukan penimbunan, maka akan kita hantam,” tambahnya. []

Penulis: Syifak Maulana, (Santri Magang Pelatihan Jurnalistik Dinas Pendidikan Dayah Aceh asal Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh).

Komentar

Loading...