ODP Covid-19 Bertambah, Bank Aceh Syariah Sahuti Surat Gubernur Aceh

Data Covid-19 Aceh hingga Kamis, 23 April 2020. [Su,ber: Dinkes Aceh]

BANDA ACEH -Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, kembali memperbaharui informasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Aceh. Pembaharuan data harian berdasarkan akumulasi kasus yang dicatat hingga Kamis (23/4/2020), yang dilaporkan oleh Gugus Tugas Covid-19 dari 23 kabupaten/kota se Aceh.

Hingga pukul 15.00 WIB sore ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Aceh sebanyak 1.729 kasus. Terjadi penambahan sebanyak 58 kasus dibandingkan dengan Rabu kemarin ( 22/4) 1.671 kasus. ODP yang sudah selesai pemantauan sebanyak 1.452 kasus, dan 277 ODP lainnya sudah purna masa pemantauannya.

Sementara itu, sambung SAG, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 5 kasus menjadi 73 kasus . PDP yang sedang dalam perawatan rumah sakit rujukan sebanyak tujuh orang. Sedangkan 65 PDP lainnya sudah sehat dan diperbolehkan pulang. PDP yang meninggal dunia di Aceh sebanyak satu orang.

Ia menambahkan, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Aceh masih seperti data kemarin, sebanyak orang orang, yakni dua orang dalam penangan medis, empat orang telah sembuh, dan satu orang meninggal dunia.

Selain ODP yang terus bertambah, di tengah-tengah masyrakat mungkin juga ada OTG (Orang Tanpa Gejala), karena itu kita semua lebih waspada, tidak panik, dan jalankan protokol pencegahan,” tuturnya.

Sahuti

Sementara itu, SAG mengatakan, Bank Aceh Syariah (BAS) menyahuti Surat Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT, Nomor 440/5243 tanggal 22 Maret 2020, tentang Fasilitas ATM Perbankan. Bank Aceh Syariah (BAS) melaporkan kepada kami telah menerapkan sistem pelayanan physical distancing dan social distancing.

Pendekatan pelayanan di masa wabah virus corona itu tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Operasional bank berjalan normal dan lancar di semua unit operasional Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KCP), di seluruh Kabupaten/ Kota Propinsi Aceh.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah melalui Direktur Operasional juga melaporkan aktifitasnya membantu meringankan beban masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana nonalam Covid-19, seperti penyerahan tanki unit hand sanitizer kepada Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala, dengan kapasitas produksi mencapai 500 liter sekali aduk, pada 7 Maret 2020.

“Bantuan tank produksi hand sanitizer untuk memudahkan masyarakat mendapatkan cairan antiseptik yang diproduksi ARC Unsyiah,” ujar SAG.

Selain itu, 26 Kantor Cabang BAS di seluruh Aceh melakukan gerakan desinfektan tempat-tempat umum dan bantuan sosial. Kantor Cabang BAS Gayo Lues, misalnya, melakukan penyemprotan massal di Blangkejeren, dan menyerahkan alat semprot disinfektan kepada 10 masjid, melalui Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona virus (Covid-19) Kabupaten Gayo Lues, Senin (30/03).

Kantor Cabang BAS Bireuen bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, melakukan penyemprotan disinfektan di pelbagai desa dalam wilayah kerjanya.
Penyemprotan desinfektan dilakukan, antara lain, di masjid-masjid dan rumah pengajian. Kantor Cabang BAS Bireuen juga menempatkan hand sanitizer di setiap unit ATM-nya.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) BAS juga mebagikan 200 paket sembako di sejumlah titik di wilayah Aceh Besar yaitu di Indrapuri, Montasik, Blang Bintang, Krueng Barona Jaya dan Darussalam, Leupung, Lhoknga, Peukan Bada, Peukan Biluy, Senin (20/4).

“Bank Aceh Syariah sudah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dan berupaya memutuskan rantai penularan virus corona secara sinergi dengan Pemerintah Aceh,” tutup SAG. []

Komentar

Loading...