Pelaku Pembacokan di Lambaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (19/11/2020), di Mapolresta Banda Aceh. terkait penyerahan diri pelaku pembacokan di Lambaro, Aceh Besar. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Pelaku pembacokan yang terjadi di Lambaro beberapa waktu lalu, akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku pembacokan itu yakni AM (40) warga Montasik, Aceh Besar, yang telah melakukan penganiayaan terhadap KD (41) warga Blang Bintang, Aceh Besar, hingga korban akhirnya meninggal dunia. AM menyerahkan diri ke polisi pada Rabu malam (18/11/2020).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, dalam konferensi pers, Kamis (19/11/2020), mengatakan AM telah melakukan penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

"AM melakukan penganiayaan berat terhadap KD di depan BRI Capem Lambaro pada Kamis silam, dengan sebilah parang hingga melukai tubuh KD pada bagian tangan sebelah kiri, luka di telapak tangan kanan, luka di kaki sebelah kiri, luka di perut sebelah kanan dan luka di bahu sebelah kiri," tutur Kapolresta didampingi Kasatreskrim AKP Ryan Citra Yudha, Kasubbag Humas Iptu Hardi dan Kapolsek Ingin Jaya Ipda Ibrahim.

Motif dari kejadian tersebut,Kapolres menjelaskan, korban KD menjalin hubungan dengan istri AM berinisial ST. Dari hasil hubungan terlarang tersebut, kecurigaan tersangka AM semakin memuncak setelah didapati ST sedang bersama KD di TKP.

"Saat bertemu dengan korban, tersangka dengan membawa sebilah parang langsung mengayunkan parangnya ke kaca mobil pickup milik korban, sehingga korban keluar dari mobil dan melarikan diri, namun tersangka terus mengejar korban sehingga terjatuh di TKP," sebut Kapolresta.

Kapolresta mengatakan saat korban terjatuh, di situlah tersangka AM membacok tubuh korban berkali-kali sehingga terjadi pendarahan hebat. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Meuraxa oleh personel Polsek Ingin Jaya untuk dilakukan tindakan medis oleh dokter.

"Karena pendarahan yang sangat serius, korban dirujuk ke RSUZA dan korban meninggal dunia pada Jumat, (13/11/2020)," terang Kapolresta.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trsno Riyanto (tengah) memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan di Lambaro. [Foto: Istimewa]
Pasca kejadian tersebut, Kapolresta juga menjelaskan, tersangka AM melarikan diri ke perbukitan Ampe Awee, Blang Bintang, Aceh Besar, untuk bersembunyi, sehingga Satreskrim Polresta Banda Aceh mengeluarkan status DPO terhadap tersangka.

“Dengan itikat, tersangka akhirnya menghubungi perangkat gampong untuk menyerahkan diri ke pihak Kepolisian,” ungkap Kombes Pol Trisno.

Perangkat gampong tempat tinggal tersangka, kata Kapolresta, menghubungi Kasatreskrim untuk mendampingi tersangka AM dalam rangka penyerahan tersangka kepada polisi pada Rabu malam (18/11) di jalan Banda Aceh-Medan sekira pada pukul 20.00 WIB.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada perangkat gampong yang telah memfasilitasi penyerahan tersangka kepada kami pihak kepolisian, dan ini akan kami tindaklanjuti sesuai pasal yang telah ditetapkan," ucap Kombes Pol Trisno.

Dalam perkara ini, Kapolresta menambahkan, barang bukti yang diamankan di antaranya sebilah parang dengan panjang lebih kurang 80 cm dan helm warna hitam yang disembunyikan di belakang gubuk bangunan Desa Kayee Lee, baju kaos lengan panjang warna biru dan celana jeans yang dipakai saat melakukan perbuatan tersebut, satu unit sepmor jenis Yamaha Mio dan satu unit mobil pick-up panther warna hitam milik korban.

“Tersangka AM dijerat Pasal 355 Ayat 2 KUHP Yo Pasal 353 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara,” ujar Kombes Pol Trisno. []

Komentar

Loading...