Pemerintah Aceh Lakukan Penyegaran Pejabat Eselon II, Sejumlah Kepala SKPA Dirotasi

Pelantikan Kepala SKPA/Badan di Lingkungan Pemerintah Aceh, Senin (11/10/2021). [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melakukan penyegaran di internal instansi dengan melantik dan mengambil sumpah 16 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh, Senin (11/1/2021). Dalam penyegaran itu, terlihat sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dirotasi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah atas nama Gubernur Aceh di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh. Pelantikan dan pengambilan sumpah ini sesuai dengan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) No. B-41/KASN/1 Tanggal 7 Januari 2021.

Taqwallah saat membacakan sambutan Gubernur Aceh usai pengambilan sumpah mengatakan, pelaksanaan mutasi dan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh merupakan bagian dari upaya terus menerus memperkuat tata kelola pemerintahan Aceh yang lebih baik. Mutasi dan pelantikan juga sekaligus sebagai usaha lebih serius lagi untuk memaksimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Di dalam pelaksanaan mutasi ini, kita sepenuhnya mengacu kepada proses, prosedur dan ketentuan atau peraturan yang berlaku, dan telah pula dilakukan evaluasi terhadap kinerja selama ini,” ujar Taqwallah.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Taqwallah menyebutkan, para pejabat yang dilantik dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) diminta memberikan perhatian serius terhadap berbagai agenda kerja, termasuk percepatan pelaksanaan APBA 2021.

“Saya minta agar saudara sekalian yang dilantik, dan seluruh jajaran SKPA agar memberi perhatian serius terhadap hal ini. Ibarat lari estafet, meski ada pergantian, tidak boleh berhenti, apalagi sampai melambatkan gerak, para pelari selanjutnya yang menerima estafet harus lebih baik serta harus mampu berlari lebih cepat,” ujar Taqwallah.

Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik juga diminta menjaga loyalitas, integritas dan disiplin. Selain itu, mereka juga dituntut untuk dapat berperan merajut kebersamaan dan memperkuat solidaritas internal di instansi.

“Perkuat komunikasi dan koordinasi dengan mitra sukses, seperti DPRA, Media Massa, dan LSM, untuk keberlangsungan roda organisasi lebih baik lagi,” kata Taqwallah.

Adapun 16 pejabat yang dilantik tersebut yakni;

1. T Ahmad Dadek, Asisten Perekonomian dan Pembangunan dilantik menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh.

2. T Helvizar Ibrahim, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Aceh menjadi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Aceh.

3. Bukhari, Asisten Administrasi Umum menjadi Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama.

4. Darmansyah, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama menjadi Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA).

5. Iskandar, Kepala Badan Kepegawaian Aceh menjadi Asisten Administrasi Umum.

6. Sunawardi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh menjadi Kepala Dinas Pertanahan Aceh.

7. Edi Yandra: Kepala Dinas Pertanahan Aceh menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

8. A Hanan, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh

9. Ilyas, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh.

10. Mawardi, Kepala Dinas Pengairan Aceh menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

11. Fajri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

12. Iskandar Syukri, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh menjadi Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan.

13. T Mirzuan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh menjadi Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh.

14. Usamah, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh menjadi Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat.

15. Zahrol Fajri, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat menjadi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

16. Alhudri, Kepala Dinas Sosial Aceh menjadi Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto mengatakan terkait Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang belum terisi akan segera dilakukan persiapan lelang jabatan dalam waktu dekat. []

Komentar

Loading...