Pinjam Uang Pacar Dengan Alasan Untuk Menebus Mobil, Pria asal Aceh Besar Diciduk Polisi

Tersangka penipuan yang diciduk Personel polresta Banda Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Seorang Pria berinisial IU (19) warga asal Aceh Besar harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resort Kota Banda Aceh. Dia diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

“IU telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap korban Riska Amandalia (17) di depan Kantor Camat Darul Kamal, Aceh Besar, pada Selasa (8/9) dengan meminjam uang korban sebesar Rp 8,6 juta dengan alasan ingin menebus mobil miliknya yang saat ini disita oleh Kejaksaan Negeri Aceh Besar,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, dalam keterangan, Minggu (13/9/2020).

AKP M Ryan menjelsakan, tersangka IU ditahan personel Unit Reskrim Polsek Kuta Alam di salah satu warung kopi setelah melakukan koordinasi dengan Unit Pidana Umum Polresta Banda Aceh, Sabtu (12/9/2020).

"Berdasarkan laporan polisi LPB/ 413/ IX /YAN 2.5 / 2020 / SPKT tanggal 12 September 2020, kami melakukan pendalaman dan penyidikan terhadap kasus yang menimpa korban sehingga membuahkan hasil dalam penanganan kasus tersebut," kata Kasatreskrim.

Tersangka I, lanjut Kasat, telah mengakui perbuatannya dan dia merupakan pacar dari korban.
“Semua uang yang dipinjam tersebut sebenarnya dipergunakan untuk keperluan pribadi dan untuk menutupi pembayaran mobil yang dirental selama ini olehnya,” tutur Kasatreskrim lagi.

AKP Ryan jugamenjelaskan, saat itu tersangka IU dengan bujuk rayuannya kepada korban Riska Amandalia agar meminjamkan sejumlah uang guna melakukan penebusan mobil yang disita oleh Kejaksaan. Dengan alasan, apabila nanti mobil sudah ditebus, maka akan dijual serta uang milik korban akan dibayarkan oleh tersangka IU.

“Namun ini semuanya tidak benar sehingga korban melaporkan kepada kami untuk dilakukan pengusutan,” ungkap Kasat.

“Kami menahan tersangka berdasarkan sudah terpenuhinya dua alat bukti, di antaranya keterangan para saksi, dikarenakan tidak adanya upaya dari tersangka atau keluarganya untuk mengembalikan kerugian (restorative justice). Dan dalam hal ini penyidik khawatir tersangka melarikan diri, menghapus barang bukti dan mengulangi tindak pidana, maka dilakukan penahanan di sel Polresta Banda Aceh,” tambahnya.

Tersangka IU, kata Kasatreskrim, dijerat dengan pasal 378 KUHP Jo 372 KUHP dan diancam dengan hukuman penjara selama 4 tahun. []

Komentar

Loading...