Plt Gubernur Minta Penundaan Pembangunan Jalan Tol Langsa-Aceh Tamiang, Anggota DPRA: Ini Aneh

Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, Irfansyah. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Anggota Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang membidangi pembangunan, Irfansyah, mengaku mendapatkan informasi terkait Plt Gubernur Aceh meminta penundaan pembangunan Jalan Tol Aceh untuk ruas Langsa-Aceh Tamiang.

Kepada AcehOnline, Senin (18/5/2020), Politisi Partai Aceh itu menjelaskan, informasi itu diketahui berdasarkan salinan surat yang ditandangani Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah Nomor 590/640, yang ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

“Di surat itu, pada intinya Plt Gubernur Aceh meminta tahapan pembangunan Jalan Tol Binjai-Tamiang-Langsa untuk ditunda,” kata Irfansyah.

Anggota DPRA termuda itu menilai, Aceh membutuhkan Infrastruktur jalan untuk membuka potensi ekonomi baru untuk Aceh. Jalan Tol, kata dia, selain berfungsi untuk mempercepat mobilitas transfortasi, juga sebagai sarana untuk mengembangkan dan membuka peluang-peluang ekonomi baru untuk Tamiang dan Kota Langsa dan untuk Aceh secara umumnya.

“Jadi sangat aneh Plt Gubernur Aceh meminta pemerintah pusat untuk menunda pembangunan jalan tol yang melewati Tamiang dan Langsa. Apa maksud Plt itu?” ungkap Dek Pan –sapaan akrab Irfansyah.

Surat Plt Gubernur Aceh terkait permintaan penundaan pembangunan jalan tol Langsa-Aceh Tamiang. [Dok. Irfansyah]
“Kalau tidak ada niat membangun Aceh. Jangan meminta Pemerintah Pusat menunda pembangunan untuk Aceh dengan alasan apapun. Aceh butuh pembangunan seluruh lini sektor,” tambahnya.

Selain itu Dek Pan juga menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan tol merupakan pembiayaan atau anggaran dari Pusat.

“Jadi bukan dana Aceh. Mestinya kita mendorong percepatan pembangunan infrastuktur strategis jalan tol tersebut. Biar Aceh mendapatkan keuntungan,” paparnya.

Untuk itu, Irfansyah menambahkan, Komisi 4 DPRA akan meminta pemerintah Pusat tetap melanjutkan jalan Tol Binjai-Tamiang dan Langsa. Hal itu juga menurutnya merupakan aspiarasi masyarakat Langsa dan Aceh Tamiang.

“Saya selaku Anggota DPRA mewakili dapil Tamiang dan Langsa mempunyai kewajiban untuk memperjuangkan supaya jalan Tol Binjai-Tamiang dan Langsa sesegera mungkin dibangun,” tegasnya.

“Saya mencurigai penundaan pembangunan jalan tol tersebut ada kepentingan mafia tanah dan kepentingan pribadi,” tutupnya.

Sementara itu Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani ketika dikonfirmasi AcehOnline terkait penundaaan pembangunan jalan tol tersebut belum dapat memberikan keterangan.

“Besok coba saya cek,” balasnya melalui pesan whatsaap. []

Komentar

Loading...