Polisi dan BKSDA Aceh Sita Satwa Dilindungi di Rumah Bandar Sabu

Polresta Banda Aceh saat menggelar konferensi pers terkait penyitaan satwa dilindungi di rumah bandar sabu. [Foto: Dok, Polresta Banda Aceh]

BANDA ACEH - Kepolisian dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyita satwa dilindungi di rumah milik TJ (54). TJ merupakan salah seorang bandar sabu 200 kg yang berhasil ditangkap akhir Desember 2020 di Kampung Jawa Banda Aceh oleh BNN Pusat dan Bareskrim Polri.

Selain sebagai bandar narkotikan jenis sabu, TJ juga mengoleksi satwa dilindungi oleh negara, mulai dari burung cenderawasih, macan tutul dan macan kumbang yang sudah diawetkan. Polisi dan BKSDA Aceh juga melakukan penyitaan terhadap burung kakak tua dan burung merak di rumah TJ di Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Rabu sore (13/1/2021).

“Kami bersama BKSDA ke lokasi ternyata benar adanya satwa yang dilindungi sudah diawetkan dijadikan koleksi seperti jaguar, macam kumbang. Sementara itu, kami juga melakukan penyitaan terhadap burung cenderawasih, burung kakak tua, dan burung merak,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto didampingi Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (14/1/2021).

Dari pemeriksaan, kata dia, kepemilikan terhadap satwa yang dilindungi tersebut tidak memiliki izin dari instansi terkait, tentunya ini bertentangan dengan Undang - Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Pengakuan tersangka, Kapolresta Banda Aceh, dia mengoleksi barang bukti tersebut karena hobi.

"Barang bukti ini bukan dijual tapi hiasan rumah, mungkin punya hobi, tapi salah," jelas Joko.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh menyebutkan, polisi bakal terus mengawasi peredaran satwa dilindungi di Banda Aceh. Polisi masih menyelidiki cara pelaku menyelundupkan burung cenderawasih ke Tanah Rencong.

"Burung cenderawasih ini kalau dibawa dari pesawat tidak mungkin karena harus masuk karantina, tapi jalur laut bisa saja tapi bukan jalur laut resmi, dan TJ sendiri punya boat besar juga yang saat ini dijadikan barang bukti terkait kasus narkoba oleh BNN Pusat," sambung Ryan seraya menambahkan, menurut saksi yaitu isteri TJ, kepemilikan satwa liar ini sudah dikuasai sekitar 10 tahun silam

Sementara itu, Kasubbag TU BKSDA Erwan Candra mengucapkan terima kasih kepada Polresta Banda Aceh yang telah bekerjasama dengan BKSDA dalam mengamankan satwa-satwa dilindungi tanpa dilengkapi surat kepemilikannya.

“Kemarin kami melakukan penyitaan terhadap satwa-satwa yang sudah diawetkan dan ada yang masih hidup di rumah TJ. Satwa tersebut diantaranya dua ekor burung kakak tua, satu ekor burung merak, satu ekor burung cenderawasih, ke semuanya itu dalam keadaan hidup. Sementara itu, satu ekor macan tutul dan satu ekor macan kumbang sudah diawetkan oleh pelaku TJ,” ujar Erwan di depan awak media.

Penerapan pasal yang dipersangkakan yaitu melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem , Pasal 21 ayat (2) huruf (b) dan (d) Jo Pasal 40 ayat (2) yaitu Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan keadaan mati serta memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia diancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. []

Komentar

Loading...