Rapat dengan Disdik Aceh, Ilham Akbar Sampaikan Persoalan Kekurangan Guru dan Efektifitas Penggunaan Anggaran Pendidikan

Rapat Kerja Komisi VI DPRAdengan Dinas Pendidikan Aceh, Senin (11/5/2020). [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Komisi VI DPRA menggelar Rapat Kerja dengan Dinas Pendidikan Aceh yang berlangsung pada Senin (11/5/2020) di Ruang Komisi VI DPR Aceh.

“Rapat kerja ini membahas beberapa hal, yang salah satunya terkait dengan kekurangan Guru Kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan di Aceh,” kata Anggota Komisi VI DPR Aceh dari Fraksi Golkar, Ilham Akbar, dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Senin malam.

Menurut Ketua Alumni SMK Negeri I Bireuen ini, banyaknya guru SMK yang sudah memasuki masa pensiun (sejak 2016) mengakibatkan adanya kekurangan untuk guru produktif, khususnya pada jurusan-jurusan tertentu.

"Kondisi kekurangan guru ini tidak bisa di biarkan dan harus ada langkah antisipasi, salah satunya dengan cara pengangkatan umum, CPNS dan pengangkatan guru kontrak, atau mengirim alumni SMK berprestasi untuk di didik menjadi guru melalui ikatan dinas," tegas Ilham.

Ilham juga menambahkan, pengadaan guru (mulai tahun 2010) ternyata banyak yang tidak menguasai ilmu keguruan, dikarenakan diangkat dari sarjana non keguruan.

"Banyak guru SMK yang diangkat tidak memenuhi standar keguruan, karena diambil dari Sarjana non keguruan, jadi ke depan harus diperbanyak diklat guru produktif sesuai jurusan," ujarnya.

Dalam Rapat Kerja yang dihadiri oleh seluruh kompenen Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Rachmad Fitri selaku mitra kerja Komisi VI tersebut, Ilham Akbar juga mempertanyakan efektifitas penggunaan anggaran pendidikan.

"Mengingat 20 persen dana pendidikan yang diwajibkan oleh undang-undang dan tidak boleh dipangkas untuk penangangan Covid 19, sudah seharusnya mutu pendidikan ditingkatkan," ungkap Ilham.

"Kami juga meminta agar peralatan praktek SMK harus di-upgrade dan di-update, karena hampir semua peralatan di SMK khususnya jurusan otomotif sudah ketinggalan zaman, padahal kita sudah masuk ke era industri 4.0 seperti saat ini," minta Ilham tegas.

Tidak hanya itu, Ilham juga meminta agar Dinas Pendidikan Aceh mengalokasikan dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) yang bersumber dari APBA.

"Padahal kita punya Otsus, tapi informasi yang saya dapatkan cuma Aceh satu-satunya daerah yang tidak mengalokasikan BOSDA, ini ironis," tutupnya.

Menyikapi masalah yang disampaikan Ilham Akbar, Kadis Pendidikan Aceh Rachmat Fitri HD, merespon dengan baik dan akan menindaklanjutinya.

"Akan kita tindak lanjuti segera," balasnya.[]

Komentar

Loading...